Reinterpretasi Makna Khilāfah Prespektif Emha Ainun Najib Dalam Esai “Khilafah” Pada Situs caknun.com Prespektif Emile Durkheim

Read full text
Authors: Muhammad Khalilul Majid
Cited by: 0
References: 6

Abstract

Wacana khilāfah dalam Islam telah mengalami berbagai bentuk interpretasi, mulai dari pemaknaan historis hingga narasi ideologis yang berkembang dalam konteks kontemporer dan media sosial. Dalam esainya pada Caknun.com yang berjudul "Khilafah", Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) menolak tafsir khilāfah sebagai proyek politik formal dan justru menempatkannya sebagai fungsi moral dan sosial setiap individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan content analysis sebagai perangkat analisis data. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran tersebut melalui kerangka teori fungsionalisme Emile Durkheim yang memandang agama sebagai instrumen integrasi sosial dan stabilitas moral. Hasil analisis menunjukkan bahwa tafsir Cak Nun terhadap ayat-ayat khilāfah sejalan dengan teori Durkheim, di mana agama dan simbol-simbolnya berfungsi menjaga solidaritas sosial, mencegah anomie, dan membentuk kesadaran kolektif. Tafsir pada esai ini menjadi alternatif penting dalam memahami khilāfah secara lebih inklusif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Penafsiran terhadap makna khilāfah juga mendapatkan respon dari masyarakat Indonesia, yang dimana adanya keresahan masyarakat modern terhadap makna khilāfah yang sangat kaku dan dogmatis.

Fields of Study & Subjects

Qur’anic Interpretation Studies Islamic Thought and Society Studies Emile Durkheim and Sociology

Publication details

Journal / source
Millatuna Jurnal Studi Islam
Volume
3
Issue
01
Pages
85–99
Publication date
24 February 2026
Language
ID