Konsep Ta’aruf Quraish Shihab dan Relevansinya bagi Hubungan Antar Umat Beragama di Indonesia

Read full text
Authors: Harda Armayanto, Amir Sahidin, Pujangga Aji Mukti
Cited by: 0

Abstract

Hubungan antar umat beragama di Indonesia tidak jarang diwarnai ketegangan, baik dalam bentuk diskriminasi, intoleransi, maupun konflik sosial. Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya pemahaman terhadap konsep ta’aruf dalam Al-Qur’an, yang sering disalahartikan hanya sebatas urusan pernikahan. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah menekankan bahwa ta’aruf bukan sekadar perkenalan formal, melainkan proses membangun kedekatan, saling pengertian, serta kerja sama yang berlandaskan kesadaran akan kehendak Allah dalam menciptakan keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ta’aruf Quraish Shihab dan relevansinya terhadap praktik hubungan umat beragama di Indonesia. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari Tafsir al-Mishbah dan karya-karya Quraish Shihab lainnya, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, permasalahan utama hubungan antar umat beragama berakar pada kurangnya pemahaman akan konsep ta’aruf dalam Al-Qur’an. Kedua, Quraish Shihab mengartikan ta’aruf sebagai prinsip etika dan spiritual yang dapat diterapkan di berbagai agama, etnis, budaya, dan peradaban. Ketiga, relevansinya terhadap praktik hubungan umat beragama meliputi: dialog antaragama, pendidikan, dan interaksi sosial.

Fields of Study & Subjects

Qur’anic Interpretation Studies Islamic Thought and Society Studies Islamic Studies and Radicalism

Publication details

Journal / source
Al-Muhith Jurnal Ilmu Qur an dan Hadits
Volume
5
Issue
1
Pages
18–18
Publication date
14 January 2026