Perbandingan Praktek Etnoekologi Berladang Tiga sub-Suku Dayak di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu

Read full text
Authors: Titin Agustin, Endratno Budi Santosa, Titik Poerwati
Cited by: 0

Abstract

Praktik etnoekologi berladang di Kecamatan Long Bagun mencerminkan keterpaduan antara pengetahuan ekologis, nilai adat, dan sistem sosial masyarakat. Penentuan lokasi, waktu tanam, jenis tanaman, serta penggunaan alat tradisional dilakukan berdasarkan kearifan lokal dan tanda-tanda alam yang diyakini masyarakat. Tahapan berladang mulai dari menebas, membakar, menanam, hingga panen, dijalankan dengan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan sesuai tradisi. Waktu tanam dan panen ditentukan berdasarkan musim dan tanda alam, sistem kerja dilakukan secara gotong royong dengan pembagian peran gender, serta keputusan penting berada di bawah otoritas adat. Proses berladang berlangsung bertahap, disertai ritual adat, dan pemilihan lokasi lahan mempertimbangkan kesuburan tanah serta aturan adat. Praktik ini tidak hanya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan melestarikan identitas budaya Dayak

Fields of Study & Subjects

Cultural and Religious Practices in Indonesia Agricultural Research and Practices Wetland Management and Conservation

Publication details

Journal / source
Urban Planning Spatial Culture Landscape Environment and Social studies
Volume
2
Issue
2
Pages
109–149
Publication date
3 January 2026