FILM BIOPIK SEBAGAI PRODUKSI CITRA DAN SENI YANG POLITIS: FILM SOEKARNO (2013) DAN TERKAIT DUGAAN DESOEKARNOISASI
Abstract
Tulisan ini meneliti produksi citra Ir.Soekarno dalam film Soekarno (2013) karya Hanung Bramantyo. Sosok Soekarno dalam konteks perfilman Indonesia selalu menghadirkan polemik tersendiri bagaimana sang proklamator dihadirkan. Dugaan desoekarnoisasi kencang diarahkan pada film Soekarno (2013). Penelitian ini bertujuan menelisik bagaimana kapasitas apparatus film dalam memproduksi Soekarno melalui tubuh aktor, visual, dan seleksi historis. Film Soekarno (2013) tak lepas dari stereotipe film biopik yang sarat keputusan politis bagaimana tokoh sejarah disajikan dengan ‘versi baru’. Aura of The Original Soekarno tidak dapat tampil utuh dalam format film yang memiliki keterbatasan durasi dan visual. Dugaan Desoekarnoisasi menjadi lemah untuk ditujukan pada film Soekarno (2013) yang diproduksi dengan selektif dan spesifik dalam pemilihan kisah hidup Soekarno. Kata kunci : Film biopik, Soekarno, Produksi citra, Desoekarnoisasi.
Fields of Study & Subjects
Cinema History and Criticism
South Asian Cinema and Culture
Cinema and Media Studies
Publication details
- Journal / source
- KARTALA
- Volume
- 5
- Issue
- 1
- Pages
- 21–32
- Publication date
- 28 January 2026