INTEGRASI AGILE DAN DESIGN THINKING UNTUK PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN APLIKASI PENCEGAHAN STUNTING
Abstract
Prevalensi stunting di Kecamatan Ngasem, Kediri, merupakan tantangan signifikan, dengan salah satu faktor penghambatnya adalah metode edukasi kader kesehatan yang masih konvensional dan kurang menarik. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya penguasaan materi oleh kader serta minimnya partisipasi masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan aplikasi mobile SIGAP (Sistem Informasi Gizi Anak dan Pencegahan Stunting) dengan mengintegrasikan metodologi Agile dan Design Thinking. Pendekatan ini menggabungkan tahapan Empathize, Define, dan Ideate dari Design Thinking ke dalam kerangka kerja Agile untuk memastikan pemahaman kebutuhan pengguna secara mendalam. Aplikasi dikembangkan menggunakan Flutter dan diuji kegunaannya kepada 25 kader Rumah Desa Sehat Kecamatan Ngasem melalui metode System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian menunjukkan aplikasi SIGAP memperoleh skor SUS rata-rata 90.0. Skor tersebut mengklasifikasikan Usability aplikasi dalam kategori "Excellent" (A), membuktikan bahwa integrasi kedua metode berhasil menciptakan platform edukasi yang sangat mudah digunakan, interaktif, dan berpotensi meningkatkan efektivitas pencegahan stunting. Secara lebih luas, penelitian berkontribusi sebagai model rujukan dalam digitalisasi layanan kesehatan masyarakat serta memperkaya literatur mengenai efektivitas pendekatan hibrida Agile-Design Thinking dalam pengembangan teknologi sosial.
Fields of Study & Subjects
Usability and User Interface Design
Mobile Health and mHealth Applications
Software Engineering Techniques and Practices
Publication details
- Journal / source
- Rabit Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab
- Volume
- 11
- Issue
- 1
- Pages
- 453–468
- Publication date
- 11 January 2026