PERANCANGAN FILM ANIMASI 2D CERITA RAKYAT SAMBAS ”PERISTIWA DI TANJUNG DATOK” DENGAN METODE MDLC

Read full text
Authors: Agung Damar Jati, Yuda, Noferianto Sitompul, Narti Prihartini, Naufal Aulia Fiermeiza, Vanie Wijaya, Uray Heri Mulyanto, Lang Jagat, Sri Wahyuni, Erifa Syahnaz
Cited by: 0

Abstract

Desa Temajuk, yang terletak di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, memiliki keunikan alam, budaya, dan sejarah yang kaya. Salah satu bagian penting dari warisan budaya desa ini adalah cerita rakyat "Peristiwa di Tanjung Datok," yang mengandung nilai moral, kearifan lokal, dan filosofi kehidupan masyarakat setempat. Sayangnya, cerita ini masih terbatas pada tradisi lisan dan belum terdokumentasi secara visual. Kurangnya minat literasi sebagian masyarakat sambas menjadikan pengetahuan mengenai cerita ini masih terbatas pada lingkup masyarakat sekitar Tanjung Datok saja. Hingga kini, cerita tersebut belum diubah menjadi media yang lebih efektif dalam mengikuti arus perkembangan zaman sehingga dapat menjangkau khalayak yang lebih luas lagi, salah satunya dengan visualisasi Animasi 2D. Metode pengembangan yang digunakan dalam pembuatan film animasi 2D adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang terdiri dari enam tahap: konsep, desain, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Metode ini dipilih karena mampu memberikan pendekatan yang sistematis dan terstruktur dalam proses produksi animasi. Melalui pembuatan film animasi 2D cerita rakyat Sambas berjudul ”Peristiwa di Tanjung Datok” bertujuan untuk mendokumentasikan dan memvisualisasikan cerita rakyat Sambas yang berlokasi di Tanjung Datok ke dalam bentuk film animasi 2D. Media animasi ini diharapkan sebagai edukasi yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sejarah dan budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan animasi 2D yang menarik dan informatif, sehingga pesan moral dan nilai budaya dari cerita "Peristiwa di Tanjung Datok" dapat tersampaikan secara efektif kepada audiens, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Desa Temajuk. Berdasarkan pengujian hasil kusioner menggunakan teknik skala likert yang dilakukan kepada dua ahli materi dan dua ahli media dengan total skor masing-masing yaitu 81% dan 97%. Selain itu kuisioner juga diujikan kepada 30 masyarakat umum dengan nilai 93 %. Berdasarkan hasil pengujian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa secara umum responden memberikan penilaian sangat baik dan film ini layak untuk di publikasikan, diharapkan nantinya dapat menjadi media edukasi yang dapat digunakan oleh masyarakat terutama di dunia pendidikan.

Fields of Study & Subjects

Digital Media and Visual Art Multimedia Learning Systems Cultural and Artistic Studies

Publication details

Journal / source
Rabit Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab
Volume
11
Issue
1
Pages
623–638
Publication date
11 January 2026