INDEKS RISIKO BENCANA PARIWISATA DAN KLASTER KABUPATEN KOTA JAWA BARAT BERBASIS DATA WISATA 2020–2024
Abstract
Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu destinasi utama pariwisata di Indonesia sekaligus wilayah dengan tingkat kejadian bencana yang tinggi. Namun, informasi risiko bencana yang tersedia, seperti Indeks Risiko Bencana Indonesia dan Kajian Risiko Bencana Provinsi Jawa Barat, masih bersifat umum dan belum secara eksplisit mengintegrasikan dimensi pariwisata. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Indeks Risiko Bencana Pariwisata pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dengan memanfaatkan data jumlah kejadian bencana, jumlah korban bencana selama periode 2020–2024, serta jumlah Objek Destinasi Tujuan Wisata, sekaligus melakukan klasterisasi wilayah untuk menyusun tipologi risiko pariwisata berbasis bencana. Metode yang digunakan meliputi: (1) agregasi data kejadian dan korban bencana lima tahunan per kabupaten/kota; (2) perhitungan total Objek Destinasi Tujuan Wisata (alam, budaya, buatan); (3) normalisasi minimum–maksimum yang menghasilkan indeks parsial untuk kejadian, korban, dan Objek Destinasi Tujuan Wisata; (4) penyusunan indeks komposit Indeks Risiko Bencana Pariwisata dengan bobot 0,4:0,4:0,2, di mana bahaya (kejadian) dan dampak (korban) secara sengaja diberi bobot lebih besar daripada paparan pariwisata sebagai keputusan konseptual yang sejalan dengan kerangka risiko bencana yang menekankan keselamatan jiwa dan kerusakan fisik; serta (5) penerapan algoritma K-Means (k = 3) untuk klasterisasi berdasarkan indeks parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Risiko Bencana Pariwisata (skala 0–100) berada pada rentang 0,76–56,70 dengan rata-rata 12,27 dan median 6,90. Sebanyak 25 kabupaten/kota termasuk kategori risiko pariwisata rendah, sedangkan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur berada pada kategori sedang. Klasterisasi menghasilkan tiga klaster: klaster 1 berisi 21 kabupaten/kota dengan risiko pariwisata relatif rendah; klaster 2 berisi lima kabupaten (Bogor, Bandung, Garut, Majalengka, Pangandaran) dengan risiko menengah dan konsentrasi destinasi tinggi; serta klaster 3 hanya beranggotakan Kabupaten Cianjur sebagai outlier dengan dampak bencana sangat tinggi. Temuan ini menyediakan dasar kuantitatif sekaligus prototipe alat bantu pengambilan keputusan (decision-support tool) bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memprioritaskan sumber daya dan merancang intervensi pengembangan pariwisata tangguh bencana di Provinsi Jawa Barat.
Fields of Study & Subjects
Disaster Management and Resilience
Safety and Risk Management
Diverse Aspects of Tourism Research
Publication details
- Journal / source
- Rabit Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab
- Volume
- 11
- Issue
- 1
- Pages
- 1337–1348
- Publication date
- 11 January 2026