Analisis Kontaminasi DNA Babi (Sus scrofa domesticus) Pada Produk Olahan Bakso Sapi Dan Ayam di Tuntungan, Sumatera Utara

Read full text
Authors: Febri Sandika, Zahratul Idami, Muhammad Idris
Cited by: 0
References: 9

Abstract

Latar Belakang: Bakso merupakan produk olahan daging yang populer di Indonesia. Tingginya konsumsi bakso diiringi dengan meningkatnya perhatian masyarakat, terutama umat Muslim, terhadap aspek kehalalan produk. Potensi kontaminasi DNA babi (Sus scrofa domesticus) pada bakso sapi dan ayam menjadi isu kritis, baik akibat ketidaksengajaan (kontaminasi silang) maupun pemalsuan. Wilayah Tuntungan, Sumatera Utara, dengan karakteristik demografi dan perdagangan yang beragam, menjadi lokasi yang penting untuk dikaji tingkat kontaminasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kontaminasi DNA babi (Sus scrofa domesticus) pada produk bakso sapi dan ayam yang diperdagangkan di wilayah Tuntungan, Sumatera Utara. Metode: Sebanyak empat sampel bakso (tiga bakso ayam dan satu bakso sapi) diambil dari pedagang kaki lima dan warung bakso di lokasi berbeda. Deteksi DNA dilakukan secara molekuler dengan metode Real-Time Polymerase Chain Reaction (qPCR) menggunakan alat *Genechecker UF-300*. Prosedur diawali dengan preparasi sampel, ekstraksi DNA dengan alat Genolution, preparasi master mix, dan analisis menggunakan chip PCR Gen Checker. Validasi hasil didasarkan pada nilai Cycle threshold (Ct) pada kanal target (FAM untuk DNA babi) dan kanal kontrol internal (ROX). Hasil: Hasil analisis keempat sampel menunjukkan nilai Ct FAM sebesar 0 (tidak terdeteksi), yang mengindikasikan tidak adanya amplifikasi DNA target spesifik babi. Sementara itu, nilai Ct ROX (kontrol internal) pada semua sampel terdeteksi dalam rentang 19,41–20,50, membuktikan bahwa proses ekstraksi dan amplifikasi DNA berjalan optimal tanpa hambatan. Kontrol positif memberikan sinyal amplifikasi yang valid, dan kontrol negatif tidak menunjukkan kontaminasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil deteksi molekuler, dapat disimpulkan bahwa semua sampel bakso sapi dan ayam yang diuji dari wilayah Tuntungan tidak terkontaminasi oleh DNA babi (Sus scrofa domesticus). Temuan ini menunjukkan bahwa pedagang di wilayah tersebut telah menerapkan praktik pengolahan yang baik, memisahkan bahan baku, sehingga produk bakso yang dijual memenuhi aspek kehalalan dari sisi autentikasi bahan.

Fields of Study & Subjects

Identification and Quantification in Food Halal products and consumer behavior Food Safety and Hygiene

Publication details

Journal / source
Journal of Pharmaceutical And Sciences
Pages
77–87
Publication date
15 January 2026