PENGEMBANGAN RUMAH KOMUNIKASI STUNTING SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PERAN KADER DAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA WEE PANGALI

Read full text
Authors: Lenny Sofia Bire Manoe, Jacklin Stefany Manafe, Susana C.L Pellu
Cited by: 0

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan Rumah Komunikasi (RUKOM) Stunting sebagai media interaktif untuk meningkatkan peran kader posyandu dan orang tua dalam pencegahan stunting di Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, simulasi, pengembangan Dapur Sehat berbasis pekarangan, serta pembentukan Pojok Literasi Gizi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader (dari 35% menjadi 80%) dan orang tua (dari 25% menjadi 70%) mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting. Sebanyak 10 keluarga berisiko stunting berhasil membangun Dapur Sehat yang menyediakan sayuran cepat panen dan kolam ikan lele sebagai sumber pangan bergizi. Pojok Literasi menjadi pusat edukasi yang dimanfaatkan oleh siswa, guru, kader, dan orang tua. Program ini membuktikan bahwa media interaktif berbasis komunitas dapat meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat literasi gizi, serta mendukung percepatan penurunan stunting di desa.

Fields of Study & Subjects

Public Health and Nutrition Child Nutrition and Water Access Maternal and Neonatal Healthcare

Publication details

Journal / source
GANESHA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Volume
6
Issue
1
Pages
138–144
Publication date
5 January 2026
Language
ID