PERAN SOSIALISASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN STUNTING DI SMP NEGERI 1 SELO
Abstract
Stunting masih jadi masalah kesehatan yang cukup serius di Indonesia. Walaupun angkanya turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022, angka ini masih lebih tinggi dari target WHO. Banyak hal yang bisa menyebabkan stunting, mulai dari bayi lahir dengan berat rendah, sanitasi yang kurang baik, sampai imunisasi yang tidak lengkap. Dampaknya juga besar, bukan Cuma bikin anak lebih pendek, tapi juga bisa menghambat kecerdasan dan perkembangan mereka. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah sosialisasi tentang stunting di SMPN 1 Selo Boyolali bisa meningkatkan pemahaman siswa. Metode yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Looking-Glass Self dari Cooley, yang intinya melihat bagaimana cara siswa memahami diri mereka lewat respon orang lain. Data dikumpulkan lewat observasi dan wawancara singkat setelah sosialisasi. Hasilnya, di awal siswa masih malu dan pasif karena takut salah dan dinilai teman-temannya. Tapi setelah ada yang berani bertanya dan mendapat respon positif, siswa lain ikut aktif. Sosialisasi ini terbukti membantu mereka lebih paham tentang apa aitu stunting, penyebab, dampak, dan cara mencegahnya. Jadi, kegiatan seperti ini cukup efektif untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya cegah stunting.
Fields of Study & Subjects
Public Health and Nutrition
School Health and Nursing Education
Maternal and Neonatal Healthcare
Publication details
- Journal / source
- GANESHA Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Volume
- 6
- Issue
- 1
- Pages
- 420–424
- Publication date
- 7 January 2026
- Language
- ID