FAKTOR DOMINAN PEMICU KEJADIAN PLEBITIS DI RS SWASTA KOTA KUPANG
Abstract
Latar belakang: Phlebitis merupakan jenis infeksi HAIs yang diperoleh oleh pasien ketika dirawat di rumah sakit dan diikuti dengan manifestasi klinis yang muncul sekurang-kurangnya 3 x 24 jam. Pasien yang dirawat di rumah sakit sebagian besar dilakukan pemasangan infus, dan kejadian phlebitis masih sering terjadi meskipun dalam proses pemasagan infus sduah dllakukan dengan benar dan menggunakan teknik aseptic. Phlebitis disebabkan oleh beberaa faktor sepeti usia, jenis kelamin, IMT, jenis cairan dan lain-lain. Tujuan: mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian phlebitis Metode: Penelitian ini menggunakan desain diskriptif analitik. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat di ruang rawat inap dewasa RS Swasta di kota Kupang. Pengamilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling dengan jumlah responden 58 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi untuk faktor jenis kelamin, umur, IMT, jenis cairan infus dan lembar observasi kejadian phlebitis. Analisa data untuk mengetahui faktor dominan yang memengaruhi kejadian phlebitis dengan regresi sederhana Hasil: hasil penelitian didapatkan: faktor yang mempegaruhi kejadian phlebitis di RS Swasta kota Kupang adalah jenis cairan... Berisi temuan yang didapat dalam penelitian Implikasi: Penting untuk meningkatkan pemantauan pada pasienyang mendapatkan terapi cairan hipertonis agar tidak terjadi phlebitis. Dan pasien yang mendapatkan terapi cairah hipertonis penting untuk dilakukan analisa keterkaitannya dengan jenis dan ukuran iv catheter, kondisi vena, waktu penggantian lokasi dan cairan
Fields of Study & Subjects
Central Venous Catheters and Hemodialysis
Intravenous Infusion Technology and Safety
Infection Control in Healthcare
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
- Volume
- 10
- Issue
- 2
- Pages
- 232–240
- Publication date
- 16 February 2026
- Language
- ID