Penyelesaian Perkara Wanprestasi dalam Sistem Small Claim Court di Indonesia dan Malaysia
Abstract
Perkembangan transaksi skala kecil di Indonesia dan Malaysia meningkatkan potensi sengketa wanprestasi, sementara mekanisme peradilan konvensional dinilai rumit dan berbiaya tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Small Claim Court berdasarkan Perma Nomor 4 Tahun 2019 di Indonesia dan Order 93 Rules of Court 2012 di Malaysia dalam mewujudkan peradilan yang cepat dan sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan komparatif melalui analisis peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta evaluasi aspek kecepatan, kesederhanaan prosedur, biaya, dan keadilan substantif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan pada batas klaim yang lebih tinggi (Rp500 juta) dan penerapan e-court yang mempercepat proses penyelesaian perkara, namun masih menghadapi kendala infrastruktur digital dan ketidakjelasan finalitas putusan. Sementara itu, Malaysia menerapkan prosedur yang sangat sederhana tanpa kehadiran pengacara dan mekanisme penegakan yang efektif, tetapi dibatasi oleh plafon klaim yang rendah dan rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua sistem belum sepenuhnya merealisasikan prinsip peradilan yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan, sehingga diperlukan penguatan infrastruktur dan kepastian hukum di Indonesia serta penyesuaian batas klaim dan sosialisasi di Malaysia.
Fields of Study & Subjects
Indonesian Legal and Regulatory Studies
Law
Economics
and Judicial Systems
Comparative and International Law Studies
Publication details
- Journal / source
- POSTULAT
- Volume
- 4
- Issue
- 1
- Pages
- 41–49
- Publication date
- 6 February 2026