Konseling Individual dengan Reinforcement Positif Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken home: Studi Kasus

Read full text
Authors: Nadila Febriani, Erika Putri, Fitri Handayani, Donal Donal
Cited by: 0

Abstract

Rendahnya motivasi belajar pada siswa yang berasal dari keluarga broken home menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan motivasi belajar siswa setelah diberikan layanan konseling individual dengan teknik positive reinforcement. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, karena fokus penelitian diarahkan pada satu siswa kelas VIII yang menunjukkan gejala rendahnya motivasi belajar. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh kondisi keluarga yang tidak harmonis, tekanan ekonomi, tuntutan tanggung jawab di usia dini, serta pelabelan negatif dari lingkungan sekolah. Intervensi dilakukan melalui lima sesi konseling individual dengan penerapan positive reinforcement yang meliputi penguatan verbal, pemberian poin, dan reward yang bermakna. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan perilaku belajar siswa, yang ditandai dengan meningkatnya fokus belajar, tanggung jawab terhadap tugas sekolah, sikap sopan, keaktifan dalam pembelajaran, serta kehadiran di sekolah yang lebih teratur. Temuan ini menegaskan bahwa positive reinforcement merupakan strategi yang efektif bagi guru bimbingan dan konseling dalam membantu siswa broken home yang mengalami penurunan motivasi belajar.

Fields of Study & Subjects

Psychological Treatments and Assessments Counseling Practices and Supervision Behavioral and Psychological Studies

Publication details

Journal / source
Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop
Volume
6
Issue
1
Pages
104–113
Publication date
14 January 2026
Language
ID