Pemberdayaan Petani Hortikultura melalui Sosialisasi dan Pendampingan Budidaya Cabai Varietas Neno Tahan Virus di Desa Benai Kecil, Kabupaten Kuantan Singingi
Abstract
Kebutuhan cabai nasional terus meningkat, namun produktivitas di tingkat petani masih rendah akibat serangan virus keriting yang ditularkan oleh kutu kebul (Bemisia tabaci Genn.). Desa Benai Kecil, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau merupakan salah satu sentra hortikultura dengan produktivitas cabai yang rendah (4–5 ton/ha), jauh di bawah potensi varietas unggul yang umum digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya cabai melalui inisisasi penggunaan varietas unggul Neno tahan virus. Program dilaksanakan selama lima bulan dengan tahapan sosialisasi, praktik lapangan, pendampingan, monitoring, evaluasi, serta tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam teknik budidaya cabai, mulai dari persemaian, pengolahan tanah, pemeliharaan, hingga pengendalian hama dan penyakit. Evaluasi menunjukkan bahwa varietas cabai Neno potensial dikembangkan karena bersifat adaptif terhadap perubahan iklim yang dinamis, dan efektif mengurangi risiko serangan virus keriting. Selain itu, penggunaan varietas tahan virus juga dapat menunjang pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan. Program ini membuktikan bahwa pengembangan varietas unggul Neno berpotensi menjadi strategi berkelanjutan untuk meningkatkan produksi cabai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Fields of Study & Subjects
Agricultural Development and Management
Plant Growth and Agriculture Techniques
Agricultural Innovations and Practices
Publication details
- Journal / source
- JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
- Volume
- 7
- Issue
- 1
- Pages
- 139–148
- Publication date
- 8 January 2026