Komunikasi Politik Korporat Manchester United: Posisi Klub terhadap Isu-Isu Sosial, Rasisme, dan LGBTQ+ dalam Sepak Bola Modern
Abstract
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi politik korporat Manchester United sebagai respons terhadap isu-isu sosial kontemporer, khususnya rasisme dan hak-hak LGBTQ+. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk mengkaji bagaimana klub mengomunikasikan posisi politiknya melalui berbagai platform, mengelola konflik kepentingan antara pemangku kepentingan global yang beragam, dan membangun citra sebagai organisasi yang bertanggung jawab secara sosial. Temuan menunjukkan bahwa Manchester United menunjukkan pola komunikasi yang lebih konsisten pada isu anti-rasisme melalui kampanye "All Red All Equal" dan "See Red" yang didukung oleh kemitraan strategis dengan organisasi hak asasi manusia. Namun, klub menghadapi tantangan signifikan terkait isu LGBTQ+, sebagaimana terlihat melalui pembatalan jaket bertema pride pada Desember 2024 akibat resistensi pemain. Strategi komunikasi yang diterapkan mencerminkan upaya kompromi dengan mengutamakan kebebasan keyakinan individu sambil mempertahankan komitmen verbal terhadap inklusi. Penelitian ini berkontribusi terhadap literatur komunikasi organisasi dan komunikasi politik olahraga dengan menunjukkan bahwa klub sepak bola global menghadapi kompleksitas struktural dalam mengelola komunikasi politik korporat ketika berhadapan dengan ekspektasi pemangku kepentingan yang saling bertentangan. Efektivitas komunikasi politik Manchester United bervariasi bergantung pada tingkat konsensus sosial terhadap isu tertentu, dimana kampanye anti-rasisme mencapai legitimasi yang lebih luas dibandingkan advokasi LGBTQ+.
Fields of Study & Subjects
Public Relations and Crisis Communication
Sports
Gender
and Society
Sociology
History and Politics of Sport
Publication details
- Journal / source
- Jurnalika Jurnal Ilmu Komunikasi
- Volume
- 10
- Issue
- 1
- Pages
- 56–76
- Publication date
- 28 February 2026
- Language
- ID