Pemaknaan Rasa Tidak Percaya Diri Mahasiswa Dalam Komunikasi Interpersonal

Read full text
Authors: Azmi Habibi Rabbani, Ira Hasianna Rambe, Suciani Safitri, Dhafin Mochammad Ajriya, Salmania Salsabila, Zaki Arva Fawwaz, Alvio Fitrah Irawan
Cited by: 0

Abstract

Rasa tidak percaya diri saat berbicara merupakan pengalaman yang cukup umum dialami oleh mahasiswa, termasuk mahasiswa Ilmu Komunikasi yang secara akademik dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bhakti Kencana memaknai rasa tidak percaya diri saat berbicara dalam konteks komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 16 mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai angkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa tidak percaya diri dimaknai sebagai perasaan ragu, takut salah, minder, dan kurang yakin terhadap kemampuan diri, terutama ketika berbicara di depan umum, berhadapan dengan orang baru, atau berada dalam situasi formal. Faktor lingkungan, pengalaman masa lalu, serta respons orang lain menjadi pemicu utama munculnya rasa tidak percaya diri. Meski demikian, sebagian besar informan tidak memaknai rasa tidak percaya diri semata sebagai hambatan, melainkan juga sebagai tantangan dan proses pembelajaran untuk berkembang. Strategi yang digunakan untuk mengatasi rasa tidak percaya diri meliputi persiapan diri, latihan pernapasan, penguatan pola pikir positif, serta dukungan dari lingkungan terdekat.

Fields of Study & Subjects

Communication in Education and Healthcare Communication Studies and Media Social Skills and Education

Publication details

Journal / source
KOMVERSAL
Volume
8
Issue
1
Pages
168–177
Publication date
20 January 2026
Language
ID