Dialektika Virtualitas dan Spiritualitas

Read full text
Authors: Michael Erfian Khandira, Esther Idayanti
Cited by: 0

Abstract

The digital revolution presents complex challenges for Christian education, particularly through digital Machiavellianism, where strategic manipulation exploits psychological vulnerabilities via algorithms. Using a critical-theological hermeneutical approach, this study examines the tension between digital manipulation and the formation of authentic missionary faith. The study introduces discernment literacy as a learning framework for navigating the digital space without losing spiritual integrity. By combining ideas from theology, education, and digital criticism, this study suggests a new way of teaching about faith that goes beyond just adjusting to technology. Christian education is called to transform the digital space into a locus theo-logicus, an authentic theological encounter space where faith engages in critical dialogue with modernity. Effective faith formation requires transformative practices centered on Missio Dei, enabling believers to resist digital manipulation while fostering authentic spiritual community. Christian education functions as both prophetic criticism and constructive engagement with digital culture, maintaining theological integrity while responding to contemporary challenges in a reflective and relevant manner. Abstrak Revolusi digital menghadirkan tantangan kompleks bagi pendidikan Kristiani, khususnya melalui machiavellianisme digital, di mana manipulasi strategis mengeksploitasi kerentanan psikologis via algoritma. Menggunakan pendekatan hermeneutik kritis-teologis, penelitian ini mengkaji ketegangan antara manipulasi digital dengan formasi iman misional yang autentik. Penelitian memperkenalkan discernment literacy sebagai kerangka pembelajaran untuk menavigasi ruang digital tanpa kehilangan integritas spiritual. Melalui integrasi refleksi teologis, teori pendidikan, dan kritik digital, ditawarkan model pendidikan misional yang transformatif, bukan sekadar adaptif terhadap teknologi. Pendidikan Kristiani dipanggil mentransformasi ruang digital menjadi locus theologicus, ruang perjumpaan teologis autentik tempat iman berdialog kritis dengan modernitas. Formasi iman yang efektif memerlukan praktik transformatif berpusat pada Missio Dei, memampukan orang percaya menolak manipulasi digital sambil menumbuhkan komunitas rohani sejati. Pendidikan Kristiani berfungsi sebagai kritik profetik sekaligus keterlibatan konstruktif dengan budaya digital, menjaga integritas teologis sambil merespons tantangan zaman secara reflektif dan relevan.

Fields of Study & Subjects

Contemporary Christian Leadership and Education Media Religion Digital Communication Christian Theology and Mission

Publication details

Journal / source
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO
Volume
9
Issue
1
Pages
78–92
Publication date
31 January 2026
Language
EN