Hibriditas Komunikasi Politik dan Birokrasi: Analisis Program "Berani Cerdas" Gubernur Sulawesi Tengah dalam Perspektif Masyarakat dalam Jaringan
Abstract
Dalam era desentralisasi, kesenjangan antara janji politik yang populis dan realitas implementasi birokrasi sering kali menjadi hambatan utama pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dalam mengimplementasikan inovasi kebijakan pendidikan gratis "Berani Cerdas". Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain constructivist-policy analysis, penelitian ini merekonstruksi teori komunikasi politik Dan Nimmo yang didialogkan dengan konsep Network Society. Pengumpulan data dilakukan melalui process tracing, wawancara mendalam, dan netnografi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gubernur berhasil bertransformasi dari aktor politik elektoral menjadi Policy Entrepreneur dengan memanfaatkan rekam jejak teknokratis sebagai modal kredibilitas; (2) Strategi komunikasi yang diterapkan bersifat hibrida (omni-channel), mengintegrasikan otoritas legal-formal, media massa konvensional, dan viralitas digital untuk menjangkau masyarakat lintas generasi; (3) Khalayak (mahasiswa) tidak lagi menjadi konsumen pesan pasif, melainkan bertindak sebagai Network Validators yang memverifikasi janji politik melalui pengalaman empiris. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi politik bukan sekadar alat pencitraan, melainkan instrumen strategis untuk mengendalikan kinerja birokrasi (bureaucratic enforcer) dan memobilisasi partisipasi publik, sehingga mampu menjembatani retorika visi politik dengan realitas layanan publik.
Fields of Study & Subjects
Social Media and Politics
Public Administration in Developing Nations
Indonesian Election Politics and Participation
Publication details
- Journal / source
- MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media Bahasa Komunikasi
- Volume
- 7
- Issue
- 1
- Publication date
- 31 January 2026
- Language
- ID