Dinamika Global dan Regional serta Implikasinya bagi Ekonomi Indonesia 2026

Read full text
Authors: Deddy Supriady Bratakusumah
Cited by: 0

Abstract

Perkembangan ekonomi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari konstelasi global dan regional yang semakin kompleks dan dinamis. Memasuki tahun 2026, perekonomian dunia dihadapkan pada perlambatan pertumbuhan, fragmentasi geopolitik, pergeseran kebijakan moneter global, serta transisi menuju tatanan multipolar yang mengubah pola perdagangan, investasi, dan arus keuangan internasional. Artikel ini menganalisis Outlook Ekonomi Indonesia 2026 dengan menempatkan Indonesia dalam konteks konstelasi global dan regional Asia Timur dan Pasifik. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif berbasis data makroekonomi, laporan lembaga internasional, serta telaah kebijakan dan dinamika geopolitik. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun tekanan eksternal meningkat—termasuk perlambatan ekonomi global, proteksionisme, dan ketidakpastian kebijakan moneter—Indonesia tetap menunjukkan ketahanan ekonomi dengan pertumbuhan stabil di kisaran 5 persen, inflasi yang terkendali, dan fondasi makroekonomi yang relatif kuat. Peran konsumsi domestik, investasi, hilirisasi komoditas, serta kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif menjadi faktor utama daya tahan tersebut. Namun demikian, ketergantungan pada komoditas, volatilitas harga global, serta risiko fragmentasi perdagangan tetap menjadi tantangan struktural. Artikel ini menegaskan pentingnya kebijakan yang responsif dan terkoordinasi, baik di tingkat domestik maupun regional, agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang global sekaligus memitigasi risiko eksternal dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan pada 2026 dan seterusnya.

Fields of Study & Subjects

Monetary Policy and Economic Impact Global Political and Economic Relations Global Financial Crisis and Policies

Publication details

Journal / source
Bappenas Working Papers
Volume
9
Issue
1
Pages
16–30
Publication date
30 January 2026
Language
ID