PENGARUH GLOBALISASI PELAKSANAAN HARI RAYA NYEPIDALAM BALI KEKINIAN

Read full text
Authors: I Made Arka
Cited by: 0

Abstract

Pelaksanaan hari Raya Nyepi dilaksanakan setiap tahun sekali. Seluruh masyarakat Hindu melakukan persiapan dalam pelaksanaan tersebut,akan tetapi dalam pelaksanaannya di masing-masing daerah, umat Hindu menyambut dengan perbedaan pemahaman dan aktivitas dalam Bali kekinian dengan dipengaruhi globalisasi jaman. Jika di lihat dari pengertian Nyepi maka Nyepi berasal dari kata sepi yang artinya sunyi, senyap, lenggang, tidak ada kegiatan. Kemudian Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi (tiap 1 Januari), Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan catur brata penyepian yang di dalamnya berisi antara lain; (1) Amati Geni (tidak boleh menghidupkan api), (2) Amati Karya (tidak boleh bekerja), (3) Amati Lelungan (tidak boleh bepergian keluar rumah), (4) Amati Lelanguan (tidak boleh melaksanakan hiburan). Di dalam penelitian ini ada beberapa rumusan masalah yang di bahas oleh penulis untuk mendapatkan informasi dan tata cara dalam rangkaian pelaksanaan Catur Brata Penyepian

Fields of Study & Subjects

Cultural and Religious Practices in Indonesia Indian and Buddhist Studies Religious Tourism and Spaces

Publication details

Journal / source
Jurnal Ilmiah Cakrawarti
Volume
4
Issue
2
Pages
9–20
Publication date
1 February 2026
Language
EN