PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DI SMP : PENAFSIRAN ULANG AJARAN TAMAN SISWA DALAM ERA DIGITAL
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi remaja dan memunculkan berbagai pelanggaran etika digital seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan unggahan negatif, sehingga sekolah perlu mengembangkan pendidikan budi pekerti yang selaras dengan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran ulang ajaran Tamansiswa, khususnya Tri Karsa dalam pembinaan etika digital, mendeskripsikan mekanisme penanganan pelanggaran di SMPN 2 Campaka, mengidentifikasi tantangan implementasi pendekatan restoratif-pedagogis, serta mengevaluasi persepsi siswa terhadap efektivitas penanganan kasus. Dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tri Karsa ditafsirkan sebagai literasi kritis digital, empati digital, dan tanggung jawab moral digital, sementara penanganan kasus mengutamakan dialog, mediasi, dan pembinaan karakter meskipun belum didukung SOP khusus. Berbagai hambatan teridentifikasi, seperti keterbatasan kompetensi digital guru, resistensi siswa generasi Z/Alpha, minimnya keterlibatan orang tua, dan keterbatasan fasilitas TIK, namun siswa menilai mekanisme penanganan cukup adil, edukatif, dan berdampak positif bagi perilaku digital. Penelitian ini menegaskan relevansi nilai-nilai Tamansiswa sebagai dasar pengembangan Model Pendidikan Budi Pekerti Digital Berbasis Tamansiswa untuk memperkuat pendidikan karakter yang humanis dan kontekstual di era digital.
Fields of Study & Subjects
Education and Character Development
Values and Moral Education
Educational Methods and Impacts
Publication details
- Journal / source
- JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN
- Publication date
- 1 February 2026
- Language
- EN