Peran Pemeriksaan Mutasi Gen Dead-Box Helicase 41 (DDX41) pada Sindroma Mielodisplasia Hipoplastik

Read full text
Authors: Budiono Raharjo, Stephani Linggawan, Anton Sumarpo, Erica Valencia Imannuel, Vegy Supriadi, Diane Lukito Setiawan, Yohanes Timothy Raharjo, Wivina Riza Devi, Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro
Cited by: 0

Abstract

Pendahuluan: Mutasi Gen DDX41 dapat terjadi pada keganasan hematopoesis terutama leukemia mieloid akut (LMA) dan sindroma mielodisplasia. Angka rerata insiden sindroma mielodisplasia (Myelodysplastic Syndrome/MDS) pada populasi umum adalah 4.5 dari 100,000 penduduk setiap tahun. Sindroma mielodisplasia (MDS) dapat terjadi mutasi genetik yang berbeda dan akan memberikan prognosa serta hasil terapi yang berbeda. Sindroma mielodisplasia (MDS) hipoplastik sering didapatkan pada 10-15% pasien MDS. Belum ada penulisan studi kasus maupun penelitian di Indonesia yang melaporkan kasus sindroma mielodisplasia hipoplastik yang berkaitan dengan mutasi gen Dead Box Helicase 41 (DDX41).Laporan Kasus: Seorang laki-laki umur 66 tahun datang dengan keluhan lemah. Pasien memiliki riwayat penyakit riwayat sindroma mielodisplasia 2 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan aspirasi sumsum tulang didapatkan selularitas dengan aktivitas granulopoesis dan thrombopoesis menurun dengan sel mieloblas sebesar 2.0%. Hasil pemeriksaan genetik dengan panel Next Generation Sequencing (NGS) didapatkan DDX41 p.(Pro258Leu) sebesar 47.9%, DDX41 p.(Arg525His) sebesar 1.7% dan ASXL1 p.(Gln977Ter) sebesar 1.6%. Pasien diberikan terapi kombinasi antara venetoclax dan azacitidine. Pada aspirasi sumsum tulang ditemukan perbaikan selularitas, aktivitas eritropoesis meningkat dengan penurunan jumlah sel yang mengalami displasia.Diskusi Kasus: Mutasi gen DDX41 dapat ditemukan terbanyak pada kasus sindroma mielodisplasia hipoplastik, sedangkan pada sindroma mielodisplasia normoseluler atau hiperseluler terbanyak dapat ditemukan mutasi genetik seperti SF3B1, TET2, STAG2, ASXL1, BCOR. Gen DDX41 berhubungan dengan molekul seluler dan imunitas innate. Mutasi gen DDX41 menentukan dalam pemilihan obat kemoterapi.Kesimpulan: Pemeriksaan genetik DDX41 dengan metode NGS sangat dibutuhkan untuk menentukan prognosis dan terapi target yang tepat didalam penatalaksanaan kasus sindroma mielodisplasia hipoplastik

Fields of Study & Subjects

Acute Myeloid Leukemia Research Blood disorders and treatments Retinoids in leukemia and cellular processes

Publication details

Journal / source
Journal Of The Indonesian Medical Association
Volume
75
Issue
5
Pages
249–255
Publication date
15 January 2026