Hubungan Kondisi Anemia pada Ibu dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Waled Tahun 2018 - 2021

Read full text
Authors: Defa Rahmatun Nisaa, Wiranti Permata Dewi, Nunung Nurbaniwati
Cited by: 0

Abstract

Pendahuluan: Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2500 gram menjadi salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi kematian neonatal, kematian postneonatal maupun morbiditas pada neonatal. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi BBLR diantaranya anemia. Anemia yaitu suatu kondisi ibu hamil yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 11 gr/dl yang bisa menjadi risiko melahirkan berat bayi lahir rendah akibat kurangnya suplai darah pada plasenta yang akan mempengaruhi pada fungsi plasenta terhadap janin. Ibu dengan anemia juga berisiko mengalami perdarahan sebelum dan saat persalinan, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya apabila ibunya mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan anemia dengan kejadian Bayi BBLR pada ibu hamil di RSUD Waled Tahun 2018–2021.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan metode cross sectional dengan sampel 247 responden. Peneliti menggunakan data sekunder dengan analisa univariat, dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman.Hasil: Dari penelitian ini didapatkan hasil sebanyak 50,2% ibu hamil dengan riwayat anemia yang mempunyai bayi BBLR dan 49,8% ibu hamil tidak mengalami BBLR. Hubungan anemia dengan BBLR mempunyai hubungan signifikan (p=0,000, rs=0,321).Kesimpulan: Terdapat Hubungan antara kondisi Anemia dengan kejadian bayi BBLR pada ibu hamil di RSUD Waled pada tahun 2018–2021.

Fields of Study & Subjects

Maternal and Neonatal Healthcare Public Health and Nutrition Iron Metabolism and Disorders

Publication details

Journal / source
Journal Of The Indonesian Medical Association
Volume
75
Issue
6
Pages
274–279
Publication date
6 February 2026
Language
ID