Interferensi Bahasa Banjar Terhadap Bahasa Indonesia pada Pembelajaran di Kelas IV SDN Benua Anyar 4 Banjarmasin

Read full text
Authors: Meliyati Meliyati, Akhmad Humaidi, Erni Susilawati
Cited by: 0

Abstract

Bahasa berperan penting dalam proses pembelajaran karena menjadi alat komunikasi utama antara guru dan siswa. Di daerah yang memiliki bahasa daerah kuat seperti Kalimantan Selatan, fenomena interferensi bahasa kerap muncul dalam praktik pembelajaran, khususnya pada penggunaan bahasa Indonesia di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor-faktor interferensi bahasa Banjar terhadap bahasa Indonesia pada pembelajaran di kelas IV SDN Benua Anyar 4 Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru, kepala sekolah, dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik rekam, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi terjadi pada dua aspek utama, yaitu fonologis dan morfologis. Interferensi fonologis meliputi penggantian, pengurangan, pemendekan, dan penambahan fonem, sedangkan interferensi morfologis mencakup perubahan prefiks, sufiks, dan konfiks sesuai pola bahasa Banjar. Faktor penyebabnya terdiri dari faktor internal (kebiasaan guru dan siswa menggunakan bahasa Banjar) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat).

Fields of Study & Subjects

Multilingual Education and Policy Linguistic and Sociocultural Studies Linguistics and Language Analysis

Publication details

Journal / source
Education Achievement Journal of Science and Research
Pages
39–49
Publication date
2 February 2026
Language
EN