PENGUATAN BUDAYA ORGANISASI BERBASIS NILAI LOKAL DI PKBM SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN BERKELANJUTAN

Read full text
Authors: Astuti Astuti, Suparjo Suparjo
Cited by: 0

Abstract

Continuing education is a vital element in inclusive community development, where Community Learning Centers (PKBM) play a strategic role as non-formal educational institutions. However, the effectiveness of PKBM is often hampered by a weak organizational culture that is not aligned with local wisdom, thus reducing community participation and program sustainability. This study aims to analyze the urgency and mechanisms for strengthening an organizational culture based on local values ​​as the main foundation of continuing education in PKBM. Using a qualitative method with a case study approach on various PKBM characteristics, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The research findings indicate that a strong organizational culture rooted in local values, such as mutual cooperation and deliberation, can increase manager motivation, strengthen social relations, and create a learning climate that is conducive and relevant to local needs. The implementation of these values ​​in all managerial aspects, from planning to evaluation, has proven effective in boosting active community participation and ensuring program sustainability. It is concluded that strengthening an organizational culture based on local values ​​is the most effective strategy for optimizing the role of PKBM. Therefore, PKBM is recommended to proactively internalize local values ​​in all operational activities and establish close strategic partnerships with community leaders and the government to ensure the sustainability of relevant, impactful, and adaptive educational programs. ABSTRAK Pendidikan berkelanjutan merupakan elemen vital dalam pembangunan masyarakat inklusif, di mana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memegang peran strategis sebagai lembaga pendidikan non-formal. Kendati demikian, efektivitas PKBM sering terhambat oleh lemahnya budaya organisasi yang tidak selaras dengan kearifan lokal, sehingga menurunkan partisipasi masyarakat serta keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi serta mekanisme penguatan budaya organisasi berbasis nilai lokal sebagai fondasi utama pendidikan berkelanjutan di PKBM. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada berbagai karakteristik PKBM, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kokoh dan berakar pada nilai lokal, seperti gotong royong dan musyawarah, mampu meningkatkan motivasi pengelola, mempererat relasi sosial, serta menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan relevan terhadap kebutuhan setempat. Implementasi nilai-nilai tersebut dalam seluruh aspek manajerial, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, yang terbukti efektif mendongkrak partisipasi aktif masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa penguatan budaya organisasi berbasis nilai lokal adalah strategi paling efektif untuk mengoptimalkan peran PKBM. Oleh karena itu, PKBM direkomendasikan untuk secara proaktif menginternalisasi nilai-nilai lokal dalam seluruh aktivitas operasional serta menjalin kemitraan strategis yang erat dengan tokoh masyarakat dan pemerintah guna memastikan keberlangsungan program pendidikan yang relevan, berdampak positif, dan adaptif.

Fields of Study & Subjects

Education and Vocational Training Organizational Learning and Leadership Educational and Organizational Development

Publication details

Journal / source
MANAJERIAL Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
Volume
6
Issue
1
Pages
126–136
Publication date
16 February 2026
Language
EN