Merancang Model Pemaknaan Bersama Kitab Suci Kontekstual untuk Meningkatkan Resiliensi ODHA di Maumere
Abstract
Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) adalah salah satu kelompok rentan yang sering mengalami stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat. Dalam menghadapi situasi sulit ini ODHA perlu memiliki ketahanan diri (Self-resilience) yang memadai untuk bertahan hidup dan produktif. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan oleh para ODHA di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Flores Plus Support-Maumere untuk meningkatkan self-resilience mereka ialah Pemaknaan Bersama Kitab Suci. Namun, model Pemaknaan Bersama yang digunakan masih bersifat konvensional dan tidak kontekstual terhadap kebutuhan serta pengalaman spiritual ODHA. Penelitian kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) ini bertujuan untuk mengonstruksi model Pemaknaan Bersama Kitab Suci sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan self-resilience ODHA. Sepuluh narasumber berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatoris. Pendalaman atas self-resilience para ODHA di KDS Flores Plus Support Maumere menunjukkan bahwa mereka memiliki citra diri yang negatif, distress psikologis, kekhawatiran akan masa depan dan penarikan diri secara sosial. Terhadap kegiatan Pemaknaan Bersama Kitab Suci selama ini, ODHA memberikan catatan kritis terutama terkait kekurangan fasilitator yang berbakat dan keterlibatan biarawan-biarawati serta kurangnya sarana penunjang seperti pertanyaan penuntun yang monoton dan kekurangan alat-alat teknologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Pemaknaan Bersama Kitab Suci untuk meningkatkan kemampuan self-resilience ODHA sangat dibutuhkan.
Fields of Study & Subjects
Religion
Spirituality
and Psychology
Contemporary Christian Leadership and Education
Resilience and Mental Health
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik
- Volume
- 6
- Issue
- 1
- Pages
- 47–69
- Publication date
- 5 February 2026