DAMPAK REDENOMINASI RUPIAH TERHADAP INFLASI DAN EFISIENSI TRANSAKSI
Abstract
ABSTRAKUpaya Redenominasi terhadap Rupiah merupakan kebijakanmoneter yang bertujuan menyederhanakan bobot mata uangsejumlah 3 digit nol di belakang, untuk meningkatkan efisiensiekonomi dan daya saing Nasional. Wacana ini kembali mencuat,diatur dalam peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun2025, yang menargetkan penyelesaian Rancangan Undang-Undang(RUU) tahun 2026–2027. Penelitian ini menganalisis dampakpotensial redenominasi terhadap inflasi dan efisiensi transaksimenggunakan pendekatan metode campuran menggunakan desainpenjelasan sequential. Tahap kuantitatif dominan melibatkananalisis deskriptif data sekunder Bank Indonesia (BI) dan BadanPusat Statistik (BPS) jangka waktu 2015–2025, dengan objek inflasitahunan, volume transaksi digital UMKM, dan laju pertumbuhan PDBriil. Tahap kuantitatif primer menggunakan survei kuesioner denganskala Likert terhadap 29 responden (pelaku UMKM dan konsumen)untuk mengukur persepsi risiko inflasi (money illusion) dan efisiensitransaksi.Hasil menunjukkan inflasi stabil di bawah 5% per tahun(rata-rata 2.9%), transaksi digital UMKM tumbuh signifikan (lebihdari 300% kumulatif), dan PDB riil rata-rata 4.78%. Temuan inimengindikasikan redenominasi dapat mempercepat efisiensi tanpagejolak inflasi, mirip kasus Turki (2005–2009). Namun, data surveimenunjukkan adanya dilema persepsi: meskipun dukunganterhadap redenominasi dan keyakinan efisiensi sistem/digital tinggi(70% setuju), kekhawatiran terhadap inflasi psikologis danskeptisisme efisiensi di tingkat transaksi individu (62% setuju tidakada pengaruh) tetap signifikan. Penelitian merekomendasikanimplementasi bertahap disertai edukasi publik intensif untukmemitigasi money illusion sebelum PMK 70/2025 direalisasikan.Kata kunci: redenominasi rupiah, inflasi, efisiensi transaksi, mixed-method, skala Likert, data sekunder BI
Fields of Study & Subjects
Islamic Finance and Communication
Financial Literacy and Behavior
Legal and Policy Analysis in Indonesia
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 1 January 2026