Laporan PPL Zainab SUI 1000694
Abstract
Perkembangan teknologi dan arus digitalisasi memberikan pengaruh besar terhadap perilaku peserta didik. Penggunaan gawai dan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi melemahkan nilai spiritual dan kedisiplinan. Dalam konteks ini, sekolah asrama memiliki peran strategis karena mampu membina peserta didik secara menyeluruh melalui pembiasaan kegiatan religius. Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah program hafalan dzikir pagi dan petang yang bertujuan menanamkan kebiasaan mengingat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaima firman Allah ta’ala, “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”1 Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa berkesempatan untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut sebagai upaya mendukung pembentukan karakter religius peserta didik. Pada era modern ini, pembinaan karakter diharapkan sesuai dengan syariat yang telah Allah wahyukan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Yang mana banyaknya ajaran yang menyimpang dan ditambahi tanpa dalil yang benar. Dan betapa sempurnanya agama Islam ini sebagaiman firman Allah, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu”2 Serta peringatan tegas dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, “Jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat”3 Oleh karena itu, program hafalan dzikir pagi dan petang menjadi bekal penting untuk peserta didik dalam kesehariannya. 1 QS. Al-Baqarah [2]: 152 2 QS. Al-Maidah [5]: 3 3 An-Nawawi, Al-Arba‘in An-Nawawiyyah, Hadits no. 28, HR. Abu Dawud dan Tirmidzi.
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 2 January 2026
- Language
- ID