PROGRAM PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN IMPLEMENTASI PROGRAM PPL DALAM PEMBINAAN FIKIH DASAR, ADAB MENUNTUT ILMU, DAN KEHIDUPAN ISLAMI PEMUDA–PEMUDI BERBASIS AL-QUR'AN DI MASJID MUJAHIDIN PANTAI PADANG
Abstract
LAPORAN PROGRAM PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN IMPLEMENTASI PROGRAM PPL DALAM PEMBINAAN FIKIH DASAR, ADAB MENUNTUT ILMU, DAN KEHIDUPAN ISLAMI PEMUDA–PEMUDI BERBASIS AL-QUR’AN DI MASJID MUJAHIDIN PANTAI PADANG TAHUN 2025 Oleh: Nama : Dian Nugraha NIM : 1002037 Jurusan : Pendidikan Agama Islam SAFWA UNIVERSITY OF INDONESIA DESEMBER 2025 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kondisi objektif di banyak masjid saat ini menunjukkan adanya ketimpangan demografis, di mana aktivitas ibadah dan kemakmuran masjid didominasi oleh kalangan orang tua, sementara kehadiran anak muda masih sangat minim. Fenomena ini sering kali dipicu oleh rasa minder atau canggung dari pihak pemuda ketika harus bergabung dalam forum yang sama dengan jamaah lanjut usia. Kurangnya ruang inklusif bagi generasi muda menyebabkan mereka merasa jauh dari lingkungan masjid, sehingga diperlukan inovasi dakwah berupa kajian khusus pemuda yang lebih relevan dengan jiwa dan dinamika mahasiswa. Krisis fundamental yang ditemukan di lapangan adalah rendahnya pemahaman pemuda mengenai tata cara ibadah harian atau fikih dasar. Banyak di antara mereka yang tidak mengenyam pendidikan pesantren, sehingga adab-adab dasar dalam menuntut ilmu yang seharusnya diajarkan sejak dini menjadi terlewatkan. Tanpa pemahaman adab yang benar, proses transfer ilmu agama seringkali tidak membekas pada karakter mahasiswa. Selain masalah fikih dan adab, krisis identitas dan tujuan hidup menjadi tantangan besar. Pemuda seringkali kehilangan arah dalam menentukan ke mana komitmen dan perasaan mereka harus berlabuh agar tetap sesuai dengan koridor syariat. Melalui program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Masjid Mujahidin Pantai Padang, mahasiswa PAI berupaya hadir untuk menjembatani krisis ini dengan memberikan pembinaan fikih praktis melalui Matan Abu Syuja, penanaman etika melalui kitab Ta’lim Muta’allim, serta pengarahan orientasi hidup berbasis buku Ke Mana Hati Ini Kulabuhkan karya Ustadz Budi Ashari. Berdasarkan realita tersebut, penulis mengangkat laporan berjudul: “Implementasi Program PPL dalam Pembinaan Fikih Dasar, Adab Menuntut Ilmu, dan Kehidupan Islami Pemuda–Pemudi Berbasis Al-Qur’an di Masjid Mujahidin Pantai Padang”. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana strategi mengatasi kecanggungan interaksi pemuda di Masjid Mujahidin melalui kajian khusus mahasiswa? 2. Bagaimana efektivitas pembinaan fikih dasar menggunakan Matan Abu Syuja bagi pemuda non-pesantren? 3. Bagaimana peran kitab Ta'lim Muta'allim dan buku Ke Mana Hati Ini Kulabuhkan dalam membentuk adab dan visi hidup Islami pemuda? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengidentifikasi kendala partisipasi pemuda di masjid dan merumuskan solusi melalui forum kajian mahasiswa yang nyaman. 2. Mendeskripsikan proses bimbingan ibadah praktis bagi pemuda agar memiliki standar fikih yang benar. 3. Menggambarkan transformasi karakter dan pola pikir pemuda setelah mendapatkan pembinaan adab dan kehidupan Islami. 1.4 Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan laporan Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Mahasiswa · Sebagai sarana untuk merefleksikan pengalaman praktik secara langsung di lapangan dan meningkatkan kompetensi profesional, sosial, serta keagamaan mahasiswa. · Membantu mahasiswa mengasah kemampuan dalam mengajarkan literatur klasik seperti Matan Abu Syuja dan Ta’lim Muta’allim dalam konteks dakwah kontemporer. · Menjadi ruang untuk melatih kepekaan sosial dalam menghadapi krisis identitas pemuda melalui pendekatan yang ada dalam buku Ke Mana Hati Ini Kulabuhkan. 2. Bagi Masjid dan Masyarakat · Memberikan informasi yang konkret mengenai dampak positif keterlibatan mahasiswa dalam merevitalisasi peran masjid sebagai pusat pendidikan dan dakwah bagi pemuda. · Membantu pengurus masjid dalam menyusun kurikulum pembinaan yang lebih inklusif bagi kalangan mahasiswa agar tidak merasa minder saat berinteraksi di lingkungan masjid. · Meningkatkan literasi keagamaan dan religiusitas pemuda di sekitar Pantai Padang, khususnya bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan non-pesantren. 3. Bagi Perguruan Tinggi · Sebagai bahan evaluasi strategis bagi institusi dalam memperbaiki dan mengembangkan program PPL agar lebih relevan dengan tantangan sosial-keagamaan yang dihadapi masyarakat saat ini. · Menjadi referensi dalam memperkuat pembekalan metodologi pendidikan dan dakwah yang lebih intensif bagi mahasiswa sebelum terjun ke lokasi praktik. · Menunjukkan peran nyata perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung pada pembentukan karakter spiritual dan intelektual pemuda. BAB II TINJAUAN UMUM DAN LANDASAN TEORI 2.1 Gambaran Masjid Mujahidin Pantai Padang Masjid Mujahidin merupakan salah satu masjid besar di Kota Padang yang memiliki peran strategis dalam menangkap arus urban di tengah dinamika kota besar. Sebagai institusi keagamaan, masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga aktif menyelenggarakan kegiatan pendidikan Islam yang berorientasi pada penguatan literasi keilmuan. Karakteristik utama Masjid Mujahidin adalah penekanan pada kegiatan ilmiah yang terstruktur, di mana setiap kajian yang diselenggarakan memiliki kurikulum yang jelas dan menggunakan kitab-kitab otoritatif sebagai bahan ajar utama Selain aspek keilmuan, masjid ini memiliki komunitas kepemudaan yang bergerak secara intensif dan bersifat inklusif dalam merangkul para mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan. Keberadaan komunitas ini menjadi jembatan penting untuk mengatasi kecanggungan pemuda dalam berinteraksi di lingkungan masjid. Kondisi ini menciptakan momentum dan kesempatan yang tepat bagi mahasiswa PPL untuk memberikan terobosan melalui kegiatan pendidikan fikih, adab, dan internalisasi nilai-nilai Al-Qur'an guna menanamkan syakhsiyah islamiyah (kepribadian Islam) yang kokoh pada generasi muda. 2.2 Landasan Teori 2.2.1 Urgensi Fikih dan Adab dalam Pembentukan Karakter Masjid berfungsi sebagai pusat pendidikan nonformal yang signifikan dalam pembentukan religiusitas masyarakat. Pendidikan fikih dasar, seperti yang termaktub dalam Matan Abu Syuja, merupakan fondasi agar pemuda dapat menjalankan ibadah sesuai syariat. Sejalan dengan itu, penanaman adab melalui kitab Ta’lim Muta’allim menjadi prasyarat utama dalam menuntut ilmu agar proses pembelajaran menghasilkan transformasi karakter yang positif. 2.2.2 Peran Mahasiswa dalam Penguatan Syakhsiyah Islamiyah Mahasiswa memiliki potensi strategis sebagai fasilitator pendidikan Islam yang dapat memperkenalkan metode dakwah inovatif dan kontekstual. Melalui Program PPL, mahasiswa berperan sebagai penggerak kegiatan dakwah yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas pemuda. Pembinaan yang berbasis pada nilai-nilai Al-Qur'an dan visi hidup Islami membantu mahasiswa dalam mengembangkan potensi spiritual dan intelektual mereka secara berkelanjutan. 2.2.3 Kerangka Pemikiran Dalam kerangka laporan ini, sinergi antara kurikulum kajian masjid yang sudah mapan dengan terobosan program mahasiswa PPL diharapkan mampu menghasilkan pola pembinaan yang efektif. Mahasiswa berperan dalam membimbing remaja masjid melalui pendekatan partisipatif untuk meningkatkan literasi keagamaan dan menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat yang adaptif terhadap kebutuhan pemuda urban. BAB III PELAKSANAAN PROGRAM PPL 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program PPL dilaksanakan pada periode 10 Oktober – 31 November 2025 di Masjid Mujahidin Kota Padang. Kegiatan ini terjadwal secara sistematis yang meliputi aspek pendidikan, dakwah, serta pembinaan umum yang dikhususkan bagi pemuda dan mahasiswa di lingkungan sekitar masjid. 3.2 Bentuk Kegiatan Mahasiswa 3.2.1 Kegiatan Pendidikan (Halaqah Ilmiah) Mahasiswa melaksanakan program pendidikan agama Islam dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif. Fokus utama pada bidang ini dalah: 1. Kajian Fikih Dasar: Menggunakan kitab Matan Abu Syuja sebagai kurikulum utama untuk membedah hukum ibadah praktis bagi pemuda non-pesantren. 2. Kajian Adab Menuntut Ilmu: Menginternalisasi nilai-nilai dalam kitab Ta'lim Muta'allim untuk memperbaiki etika dan perilaku mahasiswa dalam proses mencari ilmu. 3. Tahsin Al-Qur'an: Pembinaan kualitas bacaan Al-Qur’an bagi pemuda guna meningkatkan literasi keagamaan. 3.2.2 Kegiatan Dakwah dan Pembinaan Umum 1. Pada aspek dakwah, mahasiswa berperan sebagai fasilitator untuk menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Bentuk kegiatannya meliputi: 2. Mentoring Kehidupan Islami: Diskusi tematik berdasarkan buku Ke Mana Hati Ini Kulabuhkan untuk memberikan visi hidup yang jelas bagi pemuda. 3. Pengembangan Program Kreatif: Menyelenggarakan tausiyah singkat dan forum diskusi inklusif yang dirancang khusus agar mahasiswa tidak merasa minder saat beraktivitas di masjid. 4. Partisipasi Imamah: Berkontribusi sebagai imam harian untuk memberikan contoh praktik ibadah yang benar sesuai kaidah fikih yang telah dipelajari. 3.3 Metode Kegiatan Mahasiswa menggunakan pendekatan partisipatif dengan membangun interaksi langsung bersama jamaah muda dan pengurus masjid. Pendekatan ini melibatkan observasi serta evaluasi kebutuhan masyarakat sekitar guna memastikan program yang dijalankan bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. 3.4 Hambatan dan Solusi Beberapa hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu antara jadwal kuliah mahasiswa dengan agenda PPL, serta respons awal pemuda yang masih ragu untuk terlibat. Solusi yang diterapkan adalah menetapkan jadwal kegiatan pada waktu fleksibel seperti akhir pekan serta melakukan pendekatan personal (friendship dakwah) kepada para mahasiswa untuk meningkatkan partisipasi. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Be
Fields of Study & Subjects
Education and Character Development
Pancasila Values in Education
Education Systems and Policies
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 2 January 2026