Tasawuf & politik: Neo-sufisme dan Wacana Kebangsaan Muḥammad Māḍī Abu al-Azā'im

Read full text
Authors: Mohammad Fuyudun Niam Imam
Cited by: 0

Abstract

Di tengah kebuntuan wacana Islam politik kontemporer—yang sering kali terjebak dalam formalisme hukum, kompetisi kekuasaan, dan retorika identitas—tasawuf jarang dipertimbangkan sebagai sumber ideologi politik yang sahih.Buku ini mengajukan pembacaan baru: menelusuri bagaimana Muḥammad Māḍī Abū al-‘Azā’im, seorang sufi Mesir awal abad ke-20, merumuskan sebuah model tasawuf yang tidak hanya berorientasi pada penyucian jiwa, tetapi juga pada transformasi sosial-politik.Melalui tiga pilar utama dalam pemikirannya—waṭaniyyah (tanah air spiritual), jihad (perjuangan moral), dan suluk (disiplin ruhani)—buku ini mengeksplorasi alternatif untuk memahami hubungan antara spiritualitas, etika kolektif, dan perjuangan sosial.Tasawuf, sebagaimana dibaca di sini, bukanlah sekadar warisan budaya atau ekspresi mistisisme apolitik, melainkan sebuah fondasi nilai yang potensial untuk memperkaya dan menantang wacana politik Islam modern.Bacaan ini mengundang kita untuk membayangkan kembali politik: bukan sebagai arena dominasi, melainkan sebagai medan perjuangan moral dan solidaritas sosial.

Fields of Study & Subjects

Islamic Studies and Radicalism Qur’anic Interpretation Studies Asian Studies and History

Publication details

Journal / source
Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
Publication date
25 April 2026
Document type
Book