KEBANGKRUTAN PERADABAN: ANALISIS KRITIS TERHADAP KEGAGALAN DEMOKRASI HIBRIDA DAN DEFISIT INTEGRITAS MANUSIA (HUMAN CAPITAL) SEBAGAI AKAR DISFUNGSI NEGARA

Read full text
Authors: TRI HAKIM
Cited by: 0

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi mitos bahwa krisis multidimensi di Indonesia disebabkan oleh kesalahan sistem ketatanegaraan. Selama delapan dekade, Indonesia telah menjadi laboratorium eksperimen sistem pemerintahan—mulai dari Federalisme (RIS), Demokrasi Terpimpin, Otokrasi Militer, hingga Demokrasi Liberal—namun semuanya bermuara pada kegagalan kesejahteraan dan korupsi sistemik. Menggunakan metode penelitian Socio-Legal dengan pendekatan Studi Hukum Kritis (Critical Legal Studies) dan autoetnografi, penelitian ini berargumen bahwa akar masalah bukanlah pada konstitusi, melainkan pada Defisit Integritas Manusia (Human Capital Deficit). Kajian ini membedah fenomena wacana “Pilkada oleh DPRD” vs “Pilkada Langsung” bukan sebagai memuat demokrasi, melainkan sebagai kontestasi antara Korupsi Grosir (Korupsi Grosir oleh Elit) dan Korupsi Eceran (Korupsi Eceran oleh Rakyat). Hasil analisis menyimpulkan bahwa tesis The Man Behind The Gun berlaku mutlak; sistem secanggih apa pun akan terhenti jika dijalankan oleh mentalitas feodal dan transaksional. Penelitian merekomendasikan perlunya perubahan dari reformasi politik menuju penerapan Teknokrasi Penegakan Hukum Otomatis (berbasis Algoritma/AI) untuk memangkas diskresi manusia yang rentan terhadap moral hazard. Kata Kunci: Kebangkrutan Peradaban, Demokrasi Hibrida, The Man Behind The Gun, Defisit Integritas, Mentalitas Menerabas. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk membongkar mitos bahwa krisis multidimensional Indonesia disebabkan oleh kelemahan sistem konstitusional. Selama delapan dekade, Indonesia telah menjadi laboratorium eksperimen sistem pemerintahan—mulai dari Federalisme (RIS), Demokrasi Terpimpin, Otokrasi Militer, hingga Demokrasi Liberal—namun semuanya menghasilkan kegagalan kesejahteraan dan korupsi sistemik. Dengan menggunakan metode penelitian Sosio-Legal dengan pendekatan Studi Hukum Kritis (CLS) dan autoetnografi, penelitian ini berpendapat bahwa akar penyebabnya bukanlah konstitusi, tetapi Defisit Integritas Modal Manusia. Studi ini membedah wacana "Pemilihan Daerah oleh DPRD (DPRD)" versus "Pemilihan Langsung" bukan sebagai debat demokratis, tetapi sebagai kontestasi antara Korupsi Besar-besaran (oleh Elit) dan Korupsi Kecil-kecilan (oleh Akar Rumput). Analisis menyimpulkan bahwa tesis "Orang di Balik Senjata" berlaku sepenuhnya; sistem yang canggih akan lumpuh jika dioperasikan oleh mentalitas feodal dan transaksional. Studi ini merekomendasikan peralihan dari reformasi politik ke implementasi Teknokrat Penegakan Hukum Otomatis (berbasis Algoritma/AI) untuk menghilangkan diskresi manusia yang rentan terhadap risiko moral. Kata kunci: Kebangkrutan Peradaban, Demokrasi Hibrida, Dalang di Balik Senjata, Defisit Integritas, Penegakan Hukum Otomatis. 📢 BACA VERSI LENGKAP & DISKUSI INTERAKTIF : Ingin membaca analisis ini dengan bahasa yang lebih ringan dan studi kasus nyata? Kunjungi artikel selengkapnya di Blog Resmi KunciPro: 👉 [ https://www.sosiolegal.com ] KunciPro Research Institute - Membongkar Kebenaran, Melawan Arus.

Fields of Study & Subjects

Indonesian Legal and Regulatory Studies Indonesian Election Politics and Participation Legal and Policy Analysis in Indonesia

Publication details

Journal / source
Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
Publication date
8 January 2026