PELESTARIAN IDENTITAS BUDAYA MELALUI PRAKTIK KOMUNIKASI ETNOGRAFI PADA TARI RATU SANG HYANG WIDYADARI DI DESA ADAT KETEWEL
Abstract
Budaya Bali merupakan warisan kultural yang terbentuk dari perpaduan ajaran Hindu dan kearifan lokal, di mana seni tari sakral berfungsi tidak hanya sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual yang menghubungkan manusia dengan Tuhan, alam, dan leluhur. Di tengah arus modernisasi, globalisasi, dan komodifikasi pariwisata, keberlanjutan tari wali menghadapi tantangan berupa pergeseran makna dan fungsi dari sakral menuju hiburan. Salah satu tarian sakral yang hingga kini tetap dijaga kesakralannya adalah Tari Ratu Sang Hyang Widyadari di Desa Adat Ketewel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etnografi komunikasi masyarakat adat dalam pelestarian Tari Ratu Sang Hyang Widyadari sebagai identitas budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi komunikasi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, Jero Mangku, pembina tari, penari, masyarakat lokal, serta pengamat budaya, dan didukung oleh dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model SPEAKING dari Dell Hymes untuk mengkaji konteks, partisipan, tujuan, urutan tindakan, media komunikasi, norma, dan genre komunikasi dalam praktik pelestarian tarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Tari Ratu Sang Hyang Widyadari ditopang oleh sistem komunikasi budaya yang bersifat sakral, terstruktur, dan kolektif. Pola komunikasi ini tercermin dalam pembagian peran yang jelas, konsistensi rangkaian ritual, penggunaan simbol-simbol sakral, serta kepatuhan terhadap norma adat yang mengikat seluruh masyarakat. Komunikasi berfungsi sebagai mekanisme transmisi nilai spiritual, etika, dan identitas budaya kepada generasi muda, sehingga tarian tetap lestari tanpa mengalami pergeseran makna. Implikasi penelitian ini memperkuat kajian komunikasi budaya dan etnografi komunikasi, serta memberikan kontribusi praktis bagi upaya pelestarian warisan budaya takbenda berbasis sistem komunikasi adat.
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 9 January 2026