Efektivitas Google Class Room Terhadap Kinerja Guru Di Sekolah Menengah Kejuruan

Read full text
Authors: Rulli Widiantoro
Cited by: 0

Abstract

Efektivitas Google Class Room Terhadap Kinerja Guru Di Sekolah MenengahKejuruanUmi Maghdhuroh*, Hindarto, Jasno, Rulli Widiantoro, Budi MurtiyasaFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sukoharjo, IndonesiaEmail: 1,*q100250010@student.ums.ac.id, 2q100250011@student.ums.ac.id, 3q100250012@student.ums.ac.id,4q100250013@student.ums.ac.id, 5budi.murtiyasa@ums.ac.id 5*Email Penulis Korespondensi: q100250010@student.ums.ac.id Abstrak-Di bidang Pendidikan, kecepatan pun menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan, termasuk dalam meningkatkankinerja guru. Transformasi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong adopsi berbagai teknologi, salah satunya adalah GoogleClass Room. Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang berorientasi pada kompetensi dan kesiapan kerja, integrasi teknologi dalampembelajaran menjadi sebuah keniscayaan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menganalisis efektivitas penerapan LMS dalammeningkatkan kinerja guru SMK, 2). Kendala apa saja yang dihadapi oleh pengelola dan guru dalam mengimplementasikan diGoogle Class Room . Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakantiga metode yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi (dokumen atau teks). Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penerapanLMS, jika diimplementasikan secara optimal, dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi administrasi, kualitas perencanaan danpelaksanaan pembelajaran, kolaborasi, serta kemampuan guru dalam melakukan asesmen dan evaluasi. Tantangan utama terletak padakesiapan infrastruktur, pelatihan, dan perubahan mindset. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Google Class Room bukan sekadar alatbantu, melainkan katalisator untuk peningkatan profesionalisme guru di era digital. Mengungkapkan bahwa penerapan GoogleClassroom, ketika diimplementasikan secara menyeluruh dan optimal, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja guru.Manfaat konkret yang teridentifikasi mencakup peningkatan efisiensi administrasi dan manajemen materi, peningkatan kualitasperencanaan dan interaksi pembelajaran, kemudahan kolaborasi antar guru dan dengan siswa, serta penguatan kemampuandalam asesmen dan evaluasi yang lebih beragam dan terdata. Namun, di balik potensi tersebut, penelitian juga menemukansejumlah tantangan utama. Tantangan ini tidak hanya bersifat teknis seperti keterbatasan infrastruktur dan jaringan, tetapi jugamencakup aspek sumber daya manusia seperti kebutuhan akan pelatihan yang berkelanjutan dan yang paling krusial, yaitu perubahanmindset (pola pikir) dari metode konvensional menuju paradigma pembelajaran digital yang lebih kolaboratif dan fleksibel.Kata Kunci: Efektivitas, Google Class Room, Kinerja Guru, Sekolah Menengah Kejuruan. Abstract-In the field of education, speed is also an important factor in achieving goals, including in improving teacher performance.Digital transformation in the world of education has encouraged the adoption of various technologies, one of which is the LearningManagement System (LMS). In Vocational High Schools (SMK), which are oriented towards competency and work readiness, theintegration of technology in learning is a necessity. This study aims to: 1) Analyze the effectiveness of LMS implementation inimproving the performance of vocational high school teachers, 2) What obstacles are faced by administrators and teachers inimplementing the Learning Management System (LMS). This study uses qualitative research, with a descriptive approach. Datacollection uses three methods: interviews, observation, and documentation (documents or text). The results of this study found that theimplementation of LMS, if implemented optimally, can significantly improve administrative efficiency, the quality of planning andimplementation of learning, collaboration, and teachers' ability to conduct assessments and evaluations. The main challenges lie ininfrastructure readiness, training, and mindset changes. This study concludes that LMS is not just a tool, but a catalyst for improvingteacher professionalism in the digital era. Revealing that the implementation of Google Classroom, when implementedcomprehensively and optimally, contributes significantly to improving teacher performance. Concrete benefits identified includeincreased efficiency in administration and material management, improved quality of learning planning and interaction, ease ofcollaboration between teachers and students, and strengthened capabilities in more diverse and data-driven assessment and evaluation.However, behind this potential, the study also identified several key challenges. These challenges are not only technical, such asinfrastructure and network limitations, but also encompass human resource aspects such as the need for ongoing training and, mostcrucially, a shift in mindset from conventional methods to a more collaborative and flexible digital learning paradigm.Keywords: Effectiveness, Google Class Room , Teacher Performance, Vocational High School 1. PENDAHULUANIlmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang sangat pesat sebagai dampak dari semakin meningkatnya peradabanmanusia. Berbagai teknologi diciptakan oleh manusia untuk membantu meningkatkan efisiensi proses pekerjaan danefektivitas hasil kerja. Kondisi tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap berbagai aktivitas dan gaya hidup sertaproduktivitas manusia. Teknologi Informasi merupakan suatu kebutuhan bagi organisasi yang dapat membantu kinerjaorganisasi dan individu. Sistem informasi akan membantu perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan ke dalambentuk informasi yang akurat dan terpecaya, sehingga banyak pihak yang memanfaatkan system informasi akuntasiuntuk mencapai keunggulan bagi perusahaan. Sistem informasi adalah komponen dan elemn dari suatu organisasimenyediakan informasi bagi pengguna dengan pengolahan peristiwa keuangan(Soufitri, 2023).Tuntutan kebutuhan yang semakin kompleks dan serba percepatan menyebabkan adanya perubahan danperlunya teknologi dalam lingkungan masyarakat. Hal itu dapat dilihat dengan adanya perkembangan peralatanteknologi canggih yang mampu membantu manusia memenuhi kebutuhan hidup secara lebih canggih, salah satunyaantara lain melalui teknologi informasi. Teknologi informasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat padadekade ini yang diikuti dengan pesatnya kemajuan di bidang tersebut. Dengan berkembang dan majunya teknologiinformasi, memacu organisasi untuk menggunakan teknologi tersebut sebagai pengolah dan penyedia informasi. Saat initeknologi informasi telah menjadi faktor yang sangat dominan dalam penerapan sistem informasi sebagai solusi bagiorganisasi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Sistem Informasi yang diterapkan di dalam organisasi adalahkomponen yang menjadi bagian dari organisasi bersama dengan individu-individu di dalam organisasi untuk salingberinteraksi dan saling memanfaatkan untuk mendapatkan hasil kerja yang efektif dan efisien. Karena Sistem informasimanajemen merupakan salahsatu bentuk sistem informasi yang berfungsi untuk membantu para penggunya dalammengambil keputusan(Frisdayanti, 2019).Sejalan dengan pendapat Laudon dan Laudon terjemahan Sungkono (2008: 22) mengemukakan bahwa sisteminformasi manajemen sebagai berikut: 7 (Tujuh) Sistem informasi manajemen merupakan sekumpulan komponen yangsaling berhubungan, mengumpulkan (atau mendapatkan), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasiuntuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam organisasi. Pendapat tersebut dapat dipahami bahwatujuan dari penerepan sistem informasi manajemen ditujukan untuk menyediakan informasi dalam menunjangpengambilan keputusan dan pengawasan dalam kegiatan organisasi. Keberhasilan sistem informasi pada organisasibergantung pada bagaimana sistem itu dijalankan dan memberikan kemudahan bagi para pemakainya serta mampumemanfaatkan teknologi yang digunakan tersebut(Suwartika, 2019).Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, sehingga dapat digunakan dalam lembaga pendidikan.Salah satunya aspek yang sangat penting dilakukan yaitu penilaian kinerja Guru. Suatu lembaga yang mampu mengikutiperkembangan zaman, maka lembaga tersebut akan semakin maju karena Guru adalah pendidik profesional yangmempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang memiliki posisi yang sangatstrategis dan sebagai ujung tombak dalamkeberhasilan proses pembelajaran, maka tidak bisa dielakkan bahwa gurudikatakan merupakan salahsatu pihak yang bertanggung jawab dalm mensukseskan proses pembelajaran. Hal inidikarenakan guru berposisi sebagai perancang, pelaksanaan dan pengevaluasi pembelajaran. Sebagai bagian dari upayapeningkatan mutu pendidikan, kiranya perlu dilakukan evaluasi kinerja guru(Zahroh, 2019).Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki misi khusus untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, terampil,dan siap bekerja sesuai dengan tuntutan industri 4.0. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru SMK dituntut tidak hanyamenguasai materi teoritis dan praktik, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.Learning Management System (LMS) seperti Moodle dan Google Classroom, atau platform khusus lainnya, munculsebagai solusi yang menjanjikan. LMS adalah platform perangkat lunak yang digunakan untuk merencanakan,mengimplementasikan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara terintegrasi. Efektivitas penggunaan Google ClassRoom dalam meningkatkan kinerja guru sangat bergantung pada beberapa faktor, antara lain kompetensi digital guruTechnological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), ketersediaan infrastruktur sekolah, serta dukunganmanajemen institusi (Wahyudi & Fauziati, 2025)Untuk menghadapi era digitalisasi ini guru-guru perlu diberikan tantangan baru untuk mempercepat pengelolaandata dan informasi pembelajaran di sekolah. Dalam pelaksanaan penilaian kinerja tenaga pendidik di era digitalisasi inidibutuhkan adanya aplikasi pendukung sebagai sarana pendukung dalam meningkatkan

Fields of Study & Subjects

Technology-Enhanced Education Studies Educational Technology and E-Learning Educational Management and Quality

Publication details

Journal / source
Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
Publication date
13 January 2026