Banjir Sumatera Sebagai Pemicu Kesadaran Publik tentang Kerusakan Lingkungan
Abstract
Artikel ini mengkaji banjir dan longsor besar di Sumatera pada akhir November 2025 sebagai pemicu perubahan kesadaran publik terhadap kerusakan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana terhadap pemberitaan media dan laporan lembaga kemanusiaan. Hasil menunjukkan pola berulang berupa framing banjir sebagai krisis lingkungan, representasi kerentanan sosial, narasi solidaritas publik, serta penonjolan tanggung jawab aktor struktural. Pembahasan mengaitkan temuan tersebut dengan teori perubahan sosial Kurt Lewin, yang memandang bencana sebagai social shock yang memicu pergeseran persepsi kolektif. Studi ini menegaskan peran media dan NGO dalam membentuk diskursus lingkungan pascabencana dan memperluas pemahaman banjir sebagai fenomena sosial-ekologis di Indonesia kontemporer.
Fields of Study & Subjects
Disaster Management and Resilience
Flood Risk Assessment and Management
Public Relations and Crisis Communication
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Riksa Cendikia Nusantara
- Publication date
- 14 January 2026
- Language
- EN