PERTEMUAN 6_JANUARY, 20-01-2026_Memahami Konsep Modal Kerja, Perputaran Modal Kerja, dan Penentuan Jumlah Modal Kerja_UNIVERSITAS WIJAYA PUTRA PRIGEN
Abstract
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) 1. Konsep Modal Kerja Modal kerja adalah dana yang digunakan perusahaan untuk menjalankan aktivitas operasional sehari-hari, seperti membeli bahan baku, membayar gaji, dan membiayai kebutuhan operasional lainnya. Modal kerja dihitung sebagai selisih antara aset lancar (kas, piutang, persediaan) dan kewajiban lancar (utang jangka pendek). Fungsi utama modal kerja: Menjaga kelancaran operasi perusahaan. Menjamin kemampuan membayar kewajiban jangka pendek. Menunjang pertumbuhan usaha. Isu Terkini:Dengan adanya digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi, banyak perusahaan harus menyesuaikan komposisi modal kerja. Misalnya, perusahaan ritel mempercepat digitalisasi pembayaran dan memperkecil inventori untuk meminimalkan risiko penumpukan stok. Selain itu, kenaikan suku bunga global juga memengaruhi biaya modal kerja, sehingga perusahaan harus lebih efisien dalam pengelolaan dana. 2. Perputaran Modal Kerja Perputaran modal kerja adalah ukuran efisiensi perusahaan dalam menggunakan modal kerjanya untuk menghasilkan pendapatan. Rumus dasarnya adalah: > Perputaran Modal Kerja = Penjualan Bersih / Modal Kerja Rata-rata Semakin tinggi angka perputaran, semakin efisien penggunaan modal kerja. Jika perputaran terlalu lambat, bisa menunjukkan adanya stagnasi dalam penjualan atau penumpukan persediaan. Isu Terkini:Tekanan rantai pasok global (supply chain disruption) akibat konflik geopolitik dan pandemi menyebabkan banyak perusahaan menghadapi perlambatan perputaran modal kerja. Misalnya, keterlambatan bahan baku membuat persediaan meningkat, atau piutang dagang menumpuk karena pelanggan juga mengalami kesulitan keuangan. 3. Penentuan Jumlah Modal Kerja Penentuan jumlah modal kerja yang optimal sangat penting agar perusahaan tidak kekurangan dana untuk operasi maupun tidak kelebihan dana yang tidak produktif. Faktor-faktor yang memengaruhi jumlah modal kerja antara lain: Skala dan jenis usaha. Siklus operasi (semakin panjang siklus, semakin besar modal kerja yang dibutuhkan). Kebijakan kredit kepada pelanggan. Kebijakan pembayaran kepada pemasok. Fluktuasi penjualan musiman. Isu Terkini:Penggunaan teknologi finansial (fintech) seperti invoice financing atau supply chain financing kini memudahkan UKM mendapatkan tambahan modal kerja tanpa harus menunggu pembayaran dari pelanggan. Selain itu, dengan ketidakpastian ekonomi global, perusahaan harus memperhitungkan risiko likuiditas lebih hati-hati, termasuk menyiapkan buffer kas yang cukup untuk menghadapi volatilitas pasar.
Fields of Study & Subjects
Working Capital and Financial Performance
Financial Analysis and Corporate Governance
Supply Chain and Inventory Management
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 20 January 2026