KOMODIFIKASI TUBUH DAN EKSPLOITASI DIRI DALAM EKONOMI DIGITAL KRITIK SOSIO LEGAL TERHADAP FENOMENA BAJU DINAS DAN KEKOSONGAN HUKUM PORNOGRAFI SIBER

Read full text
Authors: TRI HAKIM
Cited by: 0

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membedah fenomena pergeseran nilai moral di ruang digital, di mana tubuh manusia tidak lagi dipandang sebagai entitas privat yang sakral, melainkan sebagai “aset likuid” yang dieksploitasi demi insentif ekonomi (monetisasi). Menggunakan perspektif Sosiologi Hukum dan Teori Alienasi, studi ini menyoroti tren "Eksploitasi Diri" yang dilakukan secara sadar oleh pencipta konten melalui penggunaan atribut seksual implisit ("Baju Dinas") untuk mencapai keterlibatan (engagement) di platform media sosial. Penelitian menemukan bahwa hukum positif Indonesia (UU Pornografi dan UU ITE) mengalami kegagapan (kesenjangan hukum) dalam menjerat praktik "Soft-Porn" yang berlindung di balik narasi kebebasan berekspresi dan konten edukasi/olahraga. Studi ini menyimpulkan bahwa fenomena ini menciptakan “Tato Digital” yang mengancam hak untuk dilupakan (Right to be Forgotten) dan mendegradasi tatanan moral masyarakat menjadi sekadar transaksi visual. Kata Kunci: Eksploitasi Diri, Komodifikasi Tubuh, Ekonomi Perhatian, Kekosongan Hukum, Tato Digital. ABSTRAK Studi ini mengkaji fenomena pergeseran nilai moral di ruang digital, di mana tubuh manusia tidak lagi dipandang sebagai entitas pribadi yang sakral, tetapi sebagai "aset cair" yang dieksploitasi untuk insentif ekonomi (monetisasi). Dengan menggunakan perspektif Sosio-Legal dan Teori Alienasi, studi ini menyoroti tren "Eksploitasi Diri" yang secara sadar dilakukan oleh kreator konten melalui penggunaan atribut seksual implisit ("Baju Dinas") untuk mengejar keterlibatan di platform media sosial. Penelitian ini menemukan bahwa hukum positif Indonesia (UU Pornografi dan UU ITE) mengalami celah hukum dalam menjebak praktik "Pornografi Ringan" yang bersembunyi di balik narasi kebebasan berekspresi dan konten pendidikan/olahraga. Studi ini menyimpulkan bahwa fenomena ini menciptakan "Tato Digital" yang mengancam Hak untuk Dilupakan dan merendahkan tatanan moral masyarakat menjadi sekadar transaksi visual. Kata kunci: Eksploitasi Diri, Komodifikasi Tubuh, Ekonomi Perhatian, Kekosongan Hukum, Tato Digital. Jurnal ini bersumber dari artikel yang diterbitkan oleh Sosiolegal.com Kunjungi artikel di sini EKSPLOITASI Diri Ditukar Dolar Hijau: Mengupas Logika Pemasaran Tubuh [Kritik Sosiologi Hukum]

Fields of Study & Subjects

Freedom of Expression and Defamation Indonesian Legal and Regulatory Studies Sexuality Behavior and Technology

Publication details

Journal / source
Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
Publication date
29 January 2026