PANDANGAN ALKITAB TENTANG KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
Abstract
Tulisan ini membahas pandangan Alkitab terhadap kerukunan umat beragama, khususnya dalam kontekspluralisme agama di Indonesia. Pluralisme tidak hanya berkaitan dengan jumlah agama, melainkan jugadengan esensi agama itu sendiri. Pentingnya memahami pandangan Alkitab terkait keberagaman untukmewujudkan kerukunan dalam masyarakat yang majemuk. Dalam perspektif Kristen, Gereja memilikiperan sebagai agen pembawa berkat yang harus berkontribusi pada kebaikan dan kerukunan, mengakuipluralitas agama sesuai dengan piagam PBB dan prinsip HAM. Konsep Tri Kerukunan diusulkan sebagaimanifestasi harmoni antar umat beragama, mencakup kerukunan dalam masing-masing agama,antarumat beragama, dan antara umat beragama dengan pemerintah. Meskipun kelima agama diakui diIndonesia, manajemen keberagaman agama diperlukan untuk menjaga persatuan dan pembangunannasional. Tantangan muncul dalam ketidaksetaraan pemahaman toleransi, terutama terkait pandanganbeberapa aliran Kristen yang menekankan keunikan Yesus Kristus. Dialog antarumat beragama diakuisebagai jembatan toleransi, diharapkan didasari oleh sikap hormat tanpa mencoba menyatukan doktrinagama yang berbeda, dengan tujuan menciptakan iklim saling menghormati, menghindarikesalahpahaman, stigmatisasi, penyalahgunaan agama, dan menjalani dialog sebagai ekspresi iman.
Fields of Study & Subjects
Diverse Philosophical and Cultural Studies
Religion and Society Interactions
Islamic Studies and Radicalism
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 30 January 2026