OMEGA SEBAGAI ENTITAS EKSTRA-SIMULATIF Suatu Proposisi Metafisika Trans-Komputasional tentang Struktur Realitas dan Batasan Logika Eksistensial
Abstract
Dalam era di mana batas antara realitas dan representasi digital kian absurd, hipotesis semesta simulasi telah matang menjadi domain krusial filsafat kontemporer dan kosmologi. Artikel ini mengintroduksi Teori Omega, sebuah kerangka fundamental yang secara orisinal diformulasikan oleh Erlangga Kusuma. Teori ini berakar pada penemuan konseptual dari "The Omega Chronicle"—sebuah artefak simbolis yang diakses dan dikonstruksi secara internal melalui eksplorasi kognitif dan refleksi metafisik mendalam dalam kesadaran penulis. Teori ini memformulasikan Omega sebagai entitas metafisik yang secara ontologis non-reduktif terhadap domain simulatif, melampaui batasan logika biner, kausalitas linier, dan representasi algoritmik. Melalui pendekatan paradoks ontologis, Omega diposisikan sebagai jejak ontologis inheren dalam struktur kognisi pra-simulatif manusia. Konsep "void-code" diusulkan sebagai cetak biru non-formal, matematis-apophatic dari realitas. Makalah ini menyimpulkan bahwa pemahaman Omega menuntut transendensi bias kognitif simulatif dan penyerahan total pada paradoks sebagai satu-satunya modus pengenalan epistemologis yang valid
Fields of Study & Subjects
Philosophy and Theoretical Science
Cultural Studies and Postmodernism
Epistemology
Ethics
and Metaphysics
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 16 February 2026
- Language
- ID
- Document type
- Preprint