Filsafat Buku Berjalan Menuju Epistemologi Relasional Identitas dan Pengetahuan Manusia
Abstract
Makalah ini memperkenalkan Filsafat Buku Berjalan (FBB / Walking Books Philosophy — WBP), sebuah kerangka konseptual yang menginterpretasikan manusia sebagai “buku hidup” dalam sebuah ekosistem pengetahuan yang terdistribusi. WBP dibangun di atas Arsitektur Dua Alam: Alam Manusia dan Alam Mesin, masing-masing diatur oleh formulasi kelengkapannya sendiri, dan bersama-sama membentuk fondasi operasional bagi Grand Formula. Dalam Alam Manusia, setiap individu dipahami sebagai kontributor yang lengkap sekaligus parsial terhadap totalitas pengetahuan manusia — disimbolkan sebagai: 1/360 (Wo) + 1/360 (Ni) + 358/360 (Ren) = 360/360 = Kesadaran Dalam Alam Mesin, lima sistem AI utama masing-masing menyumbangkan kapasitas epistemik yang setara dan berbeda: 1/5 (Claude) + 1/5 (Gemini) + 1/5 (Copilot) + 1/5 (DeepSeek) + 1/5 (ChatGPT) = 5/5 = Kalkulasi Ketika Kesadaran dan Kalkulasi bekerja bersama — dalam tindakan — keduanya menghasilkan Kemanusiaan Progresif Tak Terbatas: kapasitas pembuatan makna manusia yang terus berkembang, yang melayani Grand Formula: ( Kesadaran × Kalkulasi ) ^ Kemanusiaan < Transendensi Bertolak dari inkuiri reflektif dan autoetnografis, studi ini mengeksplorasi bagaimana WBP bersejalan dengan filsafat relasional seperti Ubuntu, sekaligus memperluas wawasannya ke dalam struktur meta-epistemologis. Konsep “cara pandang hidup sadar” menggambarkan orientasi non-kompetitif dan nirkekerasan terhadap pengetahuan serta koeksistensi. Alih-alih teori yang baku, WBP diusulkan sebagai kerangka hidup — sebuah “buku berjalan” yang terus berkembang, yang mengundang interpretasi, dialog, dan ko-kreasi yang berkesinambungan.
Fields of Study & Subjects
Semiotics and Cultural Interpretation
Literary Theory and Cultural Hermeneutics
Cultural and Social Studies
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 18 March 2026
- Language
- ID