Titik Buta Berdaulat: LMC Mindset, Cognitive Vacancy, dan Paradoks Pengetahuan Diri di Era AI

Read full text
Authors: Kian Tik Go
Cited by: 6

Abstract

Paper ini memperkenalkan LMC Mindset (Leveraging, Multiplying, Compounding) sebagai konfigurasi kognitif arketipal yang memungkinkan pencapaian material eksponensial, sekaligus menghasilkan Cognitive Vacancy secara struktural — sebuah kesenjangan terukur dalam self-knowledge yang tidak pernah secara formal diidentifikasi oleh Diffusion of Innovations Rogers (1962) maupun oleh SDG PBB. Dengan mengacu pada 知彼知己 (zhī bǐ zhī jǐ) Sun Tzu, framework Johari Window, dan dua arketipe yang kontras — Trump (LMC tanpa Unknown Area) dan Fan Li/Tao Zhu Gong (LMC dengan The Sovereign One) — paper ini berargumen bahwa Cognitive Vacancy, bukan ketiadaan kapabilitas, adalah hambatan utama kemajuan peradaban di era AI. Model 5 Pentadrant (E-S-B-I-G) diperkenalkan sebagai perluasan dari empat kuadran Kiyosaki untuk mengakomodasi dinamika Pemerintahan yang spesifik bagi Asia dan Global South. Paper ini mengusulkan Grand Formula 2: HE-AI = (Human Wisdom × AI Augmentation) ÷ Cognitive Vacancy dan Grand Formula 3: (TSO × P5) ^ AIL = Progressive Unlimited Humanity — serta memposisikan Chief Humanity Officer sebagai praktisi yang mengoperasionalkan formula ini di persimpangan kedaulatan manusia dan kecerdasan buatan.

Fields of Study & Subjects

Educational Leadership and Innovation Legal and Policy Analysis in Indonesia Ego Development and Educational Practices

Publication details

Journal / source
Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
Publication date
20 March 2026
Language
ID