Menavigasi Gelombang Kecerdasan Buatan di Meja Advokat: Kekosongan Standar Pertanggungjawaban dalam Peta Hukum Global dan Kebisuan Indonesia
Abstract
Gelombang kecerdasan buatan telah sampai ke meja advokat lebih cepat daripada kemampuan siapa pun untuk memahami batasnya. Tulisan ini memetakan bagaimana dunia hukum lintas yurisdiksi menjawab bahaya yang menyertainya — khususnya halusinasi yang menyusup ke berkas perkara — dan menempatkan Indonesia di dalam peta itu. Melalui penelusuran yang diverifikasi ke sumber primer, tulisan ini menemukan bahwa sepanjang peta yang terdokumentasi, belum ada satu yurisdiksi pun yang menerbitkan standar pertanggungjawaban penggunaan kecerdasan buatan oleh advokat yang sekaligus berdiri sendiri, mengikat, dan khusus mengatur profesi ini. Dunia menjawab dengan opini yang menafsirkan, panduan yang menganjurkan, dan aturan yang menjalinkan — belum dengan standar yang menegakkan. Indonesia menempati posisi paling sunyi: nol kasus tercatat, bukan karena aman, melainkan karena belum ada yang memeriksa. Tulisan ini adalah diagnosis yang menunjuk arah, dan penjabaran atas tesis yang telah dirumuskan penulis dalam karya tersendiri.
Fields of Study & Subjects
Indonesian Legal and Regulatory Studies
Comparative and International Law Studies
Marriage and Family Dynamics
Publication details
- Journal / source
- Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
- Publication date
- 21 July 2026
- Language
- ID
- Document type
- Preprint