ANALISA MIKROBIOLOGI AIR PRODUKSI UNTUK MENGETAHUI KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA KOROSI
Abstract
Aktivitas mikroorganisme dalam sistem produksi minyak dan gas bumi dapat memicu pembentukan gas hidrogen sulfida (H₂S) serta mempercepat korosi logam melalui mekanisme Microbially Influenced Corrosion (MIC). Salah satu mikroorganisme utama penyebabnya adalah Sulfate Reducing Bacteria (SRB), yang berperan dalam mereduksi ion sulfat (SO₄²⁻) menjadi H₂S pada kondisi anaerob. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mikrobiologi pada air produksi guna mengetahui potensi terjadinya korosi mikrobiologis dan pembentukan gas H₂S. Pengujian dilakukan terhadap sampel air produksi dari fasilitas ALV–SPU menggunakan metode Sanicheck SRB dan Plate Count, serta dibandingkan dengan hasil pengujian laju korosi melalui metode Tafel polarization. Hasil analisis menunjukkan populasi SRB sebesar ≥10¹ sel/ml dan total bakteri 80×10¹ sel/ml, dengan laju korosi aktual 0.118828 mpy yang tergolong sangat rendah. Korelasi antara rendahnya jumlah SRB dengan kecilnya laju korosi menunjukkan bahwa potensi pembentukan H₂S maupun MIC pada Lapangan Alva masih minimal. Penerapan biocide dan corrosion inhibitor secara berkala tetap disarankan untuk menjaga integritas sistem produksi jangka panjang.
Fields of Study & Subjects
Corrosion Behavior and Inhibition
Heavy Metal Pollution Remediation
Mine drainage and remediation techniques
Publication details
- Journal / source
- Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral
- Volume
- 5
- Issue
- 1
- Pages
- 1062–1069
- Publication date
- 1 January 2026