Polyacrylate Sizing on Cotton Yarns: A Review of Solutions for Weaving Challenges in Low-Humidity Conditions
Abstract
Kondisi kelembapan rendah dalam proses pertenunan menyebabkan benang kapas menjadi rapuh dan mudah putus. Untuk mengatasi masalah ini, poliakrilat digunakan sebagai bahan sizing alternatif yang menawarkan fleksibilitas dan adhesi tinggi. Kajian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas poliakrilat sebagai bahan sizing pada benang kapas dalam kelembaban rendah . Metode narrative literature review digunakan dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah terbitan 2021–2025 dari database terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa poliakrilat dapat meningkatkan kekuatan tarik benang hingga 30%, menurunkan konsumsi energi, serta memperpanjang usia mesin tenun. Selain itu, formulasi poliakrilat yang berbasis bioaktif mendukung keberlanjutan karena lebih mudah terurai dan ramah lingkungan. Namun, beberapa formulasi masih menunjukkan keterbatasan dalam proses finishing tekstil, seperti pewarnaan reaktif dan pencetakan digital. Diperlukan reformulasi yang lebih kompatibel serta pengujian skala industri untuk memastikan kinerja optimal secara teknis maupun ekologis. Kajian ini memberikan gambaran strategis bagi pengembangan bahan sizing masa depan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam mengisi keterbatasan penelitian sebelumnya yang jarang mengevaluasi poliakrilat secara spesifik pada kondisi kelembapan rendah. Selain itu, hasil kajian ini relevan bagi pendidikan vokasi tekstil karena menawarkan rekomendasi praktis untuk pengembangan formulasi sizing yang efisien pada skala industri.
Fields of Study & Subjects
Dyeing and Modifying Textile Fibers
Textile materials and evaluations
Silk-based biomaterials and applications
Publication details
- Journal / source
- Texere
- Volume
- 23
- Issue
- 2
- Pages
- 82–92
- Publication date
- 9 January 2026