Aromaterapi Kayu Manis (Cinnamomum) sebagai Terapi Komplementer Dismenore: Systematic Review

Read full text
Authors: Nyoman Ratih Widya Sari, Made Dinda Pratiwi, Kadek Listia Prasetya Dewi, Dewa Ayu Aryantika Anggraeni, Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini, Ni Nyoman Ratih Puspita Dewi
Cited by: 0

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang umum dialami perempuan usia reproduktif dan berdampak terhadap kualitas hidup. Meskipun terapi konvensional seperti OAINS cukup efektif meredakan keluhan nyeri, penggunaannya berisiko menimbulkan efek samping. Hal ini mendorong intervensi tambahan berupa terapi komplementer. Salah satunya yaitu aromaterapi kayu manis (Cinnamomum) yang mengandung cinnamaldehyde dan eugenol dengan efek analgesik, anti-inflamasi, dan antispasmodik. Metode: Penelitian ini merupakan systematic review berbasis pedoman PRISMA dengan menganalisis jurnal ilmiah berbahasa Indonesia dan Inggris dalam rentang 2020–2025 yang diakses melalui Google Scholar dan PubMed. Pembahasan: Dari 1.837 artikel yang ditelusuri, terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan menunjukkan efektivitas aromaterapi kayu manis dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore secara signifikan. Simpulan: Aromaterapi kayu manis berpotensi sebagai terapi komplementer dismenore. Penerapannya secara luas membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, guna mendukung implementasi klinis yang tepat dan berkelanjutan.

Fields of Study & Subjects

Menstrual Health and Disorders Complementary and Alternative Medicine Studies Medicinal Plant Research

Publication details

Journal / source
JIMKI Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Volume
12
Issue
2
Publication date
13 January 2026