The Determinan Remaja Dalam Melakukan Penanganan Luka Sederhana Di Surakarta

Read full text
Authors: Tri Susilowati, Eska Dwi Prajayanti, Yuyun Triani
Cited by: 0

Abstract

Latar Belakang: Cedera merupakan penyebab utama kematian di dunia. WHO mencatat dari 4,4 juta kematian akibat cedera setiap tahun, sebanyak 3,16 juta disebabkan oleh cedera tidak disengaja dan 1,25 juta akibat kekerasan. Pada kelompok usia 5–29 tahun, tiga dari lima penyebab kematian tertinggi berkaitan dengan cedera, yaitu kecelakaan lalu lintas, pembunuhan, dan bunuh diri. Data Riskesdas 2018 menunjukkan remaja usia 15–24 tahun menempati urutan ketiga tertinggi kejadian luka di Indonesia (1,3%), dengan tingkat pendidikan tamat SMP paling banyak mengalami cedera (1,5%). Remaja memiliki aktivitas fisik tinggi dan rasa ingin tahu besar, sehingga berisiko mengalami cedera, terutama di lingkungan sekolah. Penanganan luka yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi dan kecacatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penanganan luka sederhana pada remaja di Surakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik cross sectional dengan 150 responden remaja perempuan, analisa data dengan menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil menunjukkan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap praktik penanganan luka sederhana adalah usia (p=0,000) dan dukungan teman (p=0,000), sedangkan sumber informasi (p=0,605) dan pendidikan (p=0,299) tidak berpengaruh. Kesimpulan: usia dan dukungan teman merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kemampuan remaja melakukan penanganan luka sederhana.

Fields of Study & Subjects

Injury Epidemiology and Prevention Trauma and Emergency Care Studies School Health and Nursing Education

Publication details

Journal / source
Khatulistiwa Nursing Journal
Volume
8
Issue
1
Pages
122–132
Publication date
31 January 2026
Language
ID