Perempuan, Alam, dan Pangan: Analisis Eko-Feminis Sosial dalam Perspektif Teologi Feminis

Read full text
Authors: Merilyn Merilyn, Desy Sri Natalia, Krisma Natalia
Cited by: 0

Abstract

Abstract: Household food security is related to economic or production aspects and shaped by gender relations, spirituality, and ecological conditions. This article aims to examine the role of women in sustaining household food security through a feminist theological approach enriched by ecotheological and sociological perspectives, focusing on Dayak women in Luwuk Bunter, East Kotawaringin, Central Kalimantan. This study employs a qualitative method using in-depth interviews, observation, and participatory documentation. The findings reveal that women play strategic roles as food producers, managers, and processors, while also serving as guardians of ecological and spiritual values in their relationship with nature. Agricultural and food-related practices are understood as expressions of faith and ecological responsibility. However, these contributions remain marginalised by patriarchal structures and the environment; crises. The study concludes that recognising women as theological and social subjects is essential for achieving gender-just and sustainable household food security. Abstrak: Ketahanan pangan rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan produksi, tetapi juga relasi gender, spiritualitas, dan kondisi ekologi. Artikel ini bertujuan mengkaji peran perempuan dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga melalui pendekatan teologi feminis yang diperkaya oleh perspektif ekoteologi dan analisis sosiologi, dengan studi terhadap perempuan Dayak Desa Luwuk Bunter, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berperan strategis sebagai produsen, pengelola, dan pengolah pangan sekaligus penjaga nilai ekologis dan spiritual dalam relasi dengan alam. Praktik berladang, berkebun, dan mengelola pangan dimaknai sebagai ekspresi iman dan tanggung jawab ekologis. Namun, dalam kontribusi tersebut masih terpinggirkan oleh struktur dan sistem patriarki serta krisis lingkungan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengakuan terhadap perempuan sebagai subyek teologis dan sosial merupakan kunci bagi terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga yang berkeadilan gender dan berkelanjutan

Fields of Study & Subjects

Food Security and Socioeconomic Dynamics Religion Ecology and Ethics Theological Perspectives and Practices

Publication details

Journal / source
ELEOS Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Volume
5
Issue
2
Pages
158–171
Publication date
31 January 2026