Hubungan Emotional Regulation dengan Kejadian Bullying pada Remaja
Abstract
Fenomena bullying di lingkungan sekolah masih menjadi masalah serius yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis remaja. Regulasi emosi (emotional regulation) berperan penting dalam mengendalikan perilaku agresif yang dapat memicu bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional regulation dengan kejadian bullying pada remaja. Desain penelitian menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 90 siswa kelas VII diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup, dan analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat emotional regulation tinggi (70%) dan kejadian bullying yang rendah (56,7%). Terdapat hubungan signifikan antara emotional regulation dan kejadian bullying dengan nilai p = 0,016 dan nilai koefisien korelasi rₛ = -0,253 yang menunjukkan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasi cukup. Artinya, semakin baik kemampuan regulasi emosi remaja, maka semakin rendah tingkat keterlibatannya dalam bullying. Temuan ini memperkuat pentingnya pengembangan keterampilan regulasi emosi sebagai upaya preventif terhadap perilaku bullying di sekolah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel eksternal lain seperti pengaruh keluarga atau teman sebaya.
Fields of Study & Subjects
Bullying
Victimization
and Aggression
Child and Adolescent Psychosocial and Emotional Development
Social Skills and Education
Publication details
- Journal / source
- Lontara Journal Of Health Science And Technology
- Volume
- 7
- Issue
- 1
- Pages
- 100–109
- Publication date
- 15 January 2026