Manajemen Klinis Tuberkulosis Paru Resistan Obat pada Lansia: Studi Kasus di Instalasi Rawat Inap RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe
Abstract
Tuberkulosis paru resistan obat (TB-RO) merupakan bentuk TB yang sulit ditangani karena resistan terhadap minimal rifampisin dan isoniazid, sehingga memerlukan terapi lini kedua yang kompleks. Kondisi ini sering disertai berbagai komplikasi yang memperberat perjalanan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengobatan TB-RO dengan komplikasi. Studi kasus retrospektif ini menggunakan data rekam medis seorang pasien perempuan berusia 63 tahun dengan riwayat TB tahun 2020 yang kini didiagnosis relaps TB-RO disertai komplikasi hipertensi, anemia, dan insomnia. Diagnosis TB-RO ditegakkan melalui tes cepat molekuler yang menunjukkan hasil positif terhadap Mycobacterium tuberculosis dengan resistensi rifampisin. Terapi awal mencakup pemberian antibiotik lini kedua, transfusi darah, serta penanganan gejala suportif. Setelah dua kali hasil positif, pasien memulai terapi obat anti-tuberkulosis (OAT) lini kedua sesuai standar MDR-TB. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kadar hemoglobin pasca transfusi, meskipun keluhan sesak napas masih berlanjut. Kesimpulannya, penatalaksanaan TB-RO dengan komplikasi memerlukan pendekatan multidisiplin yang disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.
Fields of Study & Subjects
Tuberculosis Research and Epidemiology
Infectious Diseases and Tuberculosis
Diagnosis and treatment of tuberculosis
Publication details
- Journal / source
- Lontara Journal Of Health Science And Technology
- Volume
- 7
- Issue
- 1
- Pages
- 145–155
- Publication date
- 15 January 2026