MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTIENT MAHASISWA MELALUI EXPERIENTIAL LEARNING(Bidang Studi Kewirausahaan)

Read full text
Authors: Mohammad Zaenal Abidin, Mifta Hulaikah
Cited by: 1

Abstract

Salah satu aspek penunjang keberhasilan seseorang adalah tingkat resilience, yaitu seberapa mampu seseorang untuk mengontrol diri, memahami situasi, bangkit dari situasi dan dapat menjadikan situasi sulit menjadi peluang keberhasilan. Hal ini dinamakan Adversity Quotient. Dalam pendidikan Adversity Quotient dapat menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran, khususnya pada bidang kewirausahaan. Seorang wirausaha memerlukan keterampilan untuk terjun dalam pengalaman langsung, sehingga setiap kendala yang ditemui dapat secara nyata diselesaikan. Metode pembelajaran yang sesuai adalah Experiential Learning. Seseorang yang memiliki adversity quotient tinggi akan gigih dan tanpa menyerah menyelesaikan tahap demi tahap yang ada pada experiential learning, sehingga menjadikan mereka pribadi yang dapat melihat masalah dari berbagai sisi serta menjadikan pengalaman menjadi pembelajaran berharga. Experiential learning melalui empat tahapannya, yaitu concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization dan active experimentation akan mengaktifkan unsur-unsur yang terdapat dalam adversity quotient (control, originownership, reach dan endurance).

Fields of Study & Subjects

Vocational and Entrepreneurial Education Educational Curriculum and Learning Methods Education and Character Development

Publication details

Journal / source
Tawazun Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher
Sekolah Tinggi Agama Islam At-tanwir Bojonegoro
Volume
3
Issue
1
Pages
22–27
Publication date
3 July 2026
Language
ID