Dekolonisasi Pengetahuan dan Penguatan Kearifan Lokal dalam Praktik Konseling Multikultural di Indonesia

Read full text
Authors: Daniyatillah Daniyatillah, B Budiyanto, Evi Winingsih
Cited by: 0

Abstract

Bimbingan dan Konseling (BK) di Indonesia menghadapi tantangan epistemologis akibat dominasi teori Barat yang berlandaskan nilai individualistik dan kurang selaras dengan karakter sosio-kultural masyarakat Nusantara. Kondisi ini menuntut penyesuaian paradigma agar praktik BK memiliki relevansi kultural dan legitimasi kontekstual. Artikel ini bertujuan mengkaji urgensi dekolonisasi pengetahuan dalam keilmuan BK serta menegaskan peran kearifan lokal sebagai basis teoretis praktik Konseling Multikultural yang autentik. Kajian ini menggunakan analisis teoritis dan refleksi kritis terhadap literatur kunci yang membahas epistemologi konseling, hegemoni teori universal, dan pendekatan indigenous. Pembahasan menyoroti perlunya rekonstruksi epistemologi BK melalui integrasi nilai-nilai lokal yang bersifat komunal, spiritual, dan relasional. Hasil kajian konseptual menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat berfungsi sebagai landasan alternatif dalam pengembangan kompetensi multikultural konselor serta sebagai kerangka teoretis bagi formulasi model Konseling Indigenous. Kontribusi utama artikel ini terletak pada penguatan perspektif epistemologis BK Indonesia yang berorientasi kontekstual dan dekolonial. Artikel ini merekomendasikan integrasi sistematis kearifan lokal dalam kurikulum dan pelatihan profesional BK guna memperkuat profesionalitas konselor dan menghasilkan layanan yang selaras dengan budaya bangsa.

Fields of Study & Subjects

Counseling Practices and Supervision Indigenous Health Education and Rights Decolonial Thought and Epistemologies

Publication details

Journal / source
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
Volume
9
Issue
1
Pages
1113–1119
Publication date
17 January 2026